Admin
Kamis, 7 Juli 2022
Judul Indikator
: Waktu tunggu pelayanan obat non racikan 10 menit perpasien
Dasar Pemikiran
:Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Dimensi Mutu
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi
Tujuan
:Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi
Definisi Operasional
Waktu tunggu pelayanan obat non racikan adalah tenggang waktu mulai resep diterima di apotik sampai dengan pasien menerima obat jadi
Jenis Indikator
Output/ hasil jumlah resep non racikan yang terpenuhi
Satuan Pengukuran
Persentase
Numerator
Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan obat non racikan yang disurvey dalam satu hari
Denominator
Jumlah pasien yang disurvey dalam hari tersebut
Target Pencapaian
85%
Kriteria
Resep non racikan
Formula
Sloving
Metode Pengumpulan Data
Observasi
Sumber Data
Buku indikator mutu
Instrumen Pengumpulan Data
Timer
Besar Sampel
236
Cara Pengambilan Sampel
Probability sampling
Periode Pengumpulan Data
1 bulan
Penyajian Data
Tabel
Periode Analisis dan Pelaporan Data
Bulanan
Penanggung Jawab
Dian Ika Novtiani Apt
Judul Indikator
: Waktu tunggu pelayanan obat racikan 15 menit perpasien
Dasar Pemikiran
:Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Dimensi Mutu
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi
Tujuan
: Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi
Definisi Operasional
Waktu tunggu pelayanan obat racikan adalah tenggang waktu mulai resep diterima di apotik sampai dengan pasien menerima obat jadi
Jenis Indikator
Output/ hasil jumlah resep racikan yang terpenuhi
Satuan Pengukuran
Persentase
Numerator
Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan obat racikan yang disurvey dalam satu hari
Denominator
Jumlah pasien yang disurvey dalam hari tersebut
Target Pencapaian
85%
Kriteria
Resep racikan
Formula
Sloving
Metode Pengumpulan Data
Observasi
Sumber Data
Buku indikator mutu
Instrumen Pengumpulan Data
Timer
Besar Sampel
72
Cara Pengambilan Sampel
Probability sampling
Periode Pengumpulan Data
1 bulan
Penyajian Data
Tabel
Periode Analisis dan Pelaporan Data
Bulanan
Penanggung Jawab
Dian Ika Novtiani Apt
Judul Indikator
: Tidak terjadi kesalahan penyerahan obat dan KNC pada pasien
Dasar Pemikiran
:Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Dimensi Mutu
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi
Tujuan
: Tergambarnya ketepatan pelayanan farmasi
Definisi Operasional
Kesalahan pemberian obat meliputi: 1. Salah dalam memberikan jenis obat 2. Salah dalam memberikan dosis 3. Salah orang 4. Salah jumlah
Jenis Indikator
Output
Satuan Pengukuran
Persentase
Numerator
Jumlah seluruh pasien apotik yang disurvey dikurangi jumlah pasien yang mengalami kesalahan pemberian obat
Denominator
Jumlah seluruh pasien apotik yang disurvey
Target Pencapaian
100%
Kriteria
Seluruh pasien apotik
Formula
Sloving
Metode Pengumpulan Data
Observasi
Sumber Data
Rekam medis pasien, resep obat
Instrumen Pengumpulan Data
Timer
Besar Sampel
24
Cara Pengambilan Sampel
Probability sampling
Periode Pengumpulan Data
1 bulan
Penyajian Data
Tabel
Periode Analisis dan Pelaporan Data
Bulanan
Penanggung Jawab
Dian Ika Novtiani Apt
slot gacor