Workshop Service Excellence Puskesmas Kedungwuni I (Sabtu, 17 Desember 2022).
- Sebagai salah satu dasar dan pilar dalam peningkatan mutu pelayanan di Puskesmas Kedungwuni I, tidak bisa dipungkiri jika seluruh karyawan wajib untuk dibekali kemampuan dalam mengenali masalah, menggali potensi sebagai pribadi dan tim, serta memahami kaidah-kaidah yang wajib diterapkan dalam memberikan layanan yang prima.
[Gambar]
Hari ini kami mengundang dr. Ida Sulistyani (Sekdin Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan) sebagai narasumber, untuk mendapatkan pemahaman makna dan implementasi yang tepat sebagai pelayan kesehatan publik di Puskesmas.
[Gambar]
Dalam pemaparan beliau, setidaknya ada lima elemen pelayanan berkualitas prima yang harus dipahami. Yaitu terdiri dari assurance yaitu pemahaman terkait materi dan kesopanan petugas pelayanan. Kemudian reliability yaitu kemampuan untuk memenuhi apa yang dijanjikan. Juga tangibles yaitu aspek terkait fasilitas fisik/peralatan serta penampilan personal dari penyedia layanan. Selanjutnya empathy yaitu kepedulian dan perhatian individu yang diberikan kepada stakeholders. Yang terakgir responsive yaitu kemampuan untuk membantu dan memberikan layanan yang cepat kepada masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan seluruh petugas kesehatan di Puskesmas Kedungwuni I akan bertambah kapasitas kemampuan dan ketrampilan dalam berkomunikasi efektif dan memberikan pelayanan yang prima dan paripurna.
Tetap Sehat dan Tetap Bahagia.
Sabtu, 17 Desember 2022
Kampanye dan Deklarasi Ibu Hami Sehat Puskesmas Kedungwuni I.
[Gambar]
- Kampanye gerakan Ibu hamil Sehat dicanangkan secara nasional dan berlangsung mulai 14 Desember hingga 22 Desember 2022.
Kampanye ini menyasar kepada ibu hamil melalui aktivitas gerakan pemeriksaan ibu hamil minimal 6 kali selama kehamilan termasuk 2 kali dengan dokter dan USG, Semarak Kelas Ibu Hamil (makan bersama, minum tablet tambah darah dan dukungan keluarga/suami), serta Apresiasi dan dukungan Bumil Sehat.
Diharapkan 10.000 puskesmas dan layanan kesehatan lain, serta 1.000 tempat umum serempak melaksanakan kampanye gerakan bumil sehat termasuk tempat-tempat di mana ibu hamil bekerja. Ke depan gerakan Ibu hamil sehat ini akan menjadi milik masyarakat untuk mendukung calon ibu mulai dari proses kehamilan agar Ibu hamil yang terhindar anemia dan bayi lahir terhindar dari stunting.
Tetap Sehat dan Tetap Bahagia
In House Training Bantuan Hidup Dasar Puskesmas Kedungwuni I (Kamis, 15 Desember 2022).
- Sebagai salah satu upaya peningkatan mutu pelayanan di Puskesmas Kedungwuni I, Tim Mutu Puskesmas Puskesmas Kedungwuni I menyelenggarakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi seluruh Karyawan dilingkungan Puskesmas Kedungwuni I. Kegiatan ini diselenggarakan di aula pertemuan Puskesmas dan bekerjasama dengan Code Blue Team RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan sebagai narasumber.
[Gambar]
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bertujuan Untuk meningkatkan Keterampilan Pegawai Puskesmas Kedungwuni I baik Medis Maupun Non Medis Dalam Menangani kasus kedaruratan dan kegawatan yang beresiko terjadi saat memberikan pelayanan di Puskesmas.
Bantuan Hidup Dasar (BHD) adalah pertolongan pertama yang dilakukan pada pasien/korban henti jantung atau henti nafas. Resusitasi Jantung Paru merupakan bagian dari tindakan bantuan hidup dasar. Tindakan ini dilakukan untuk menjaga jalan nafas tetap terbuka, menunjang pernafasan dan sirkulasi tanpa menggunakan alat-alat bantu.
- Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dengan narasumber dari Tim PPI RSUD Kajen kepada karyawan Puskesmas Kedungwuni I (Selasa, 13 Desember 2022).
Infeksi terkait Pelayanan atau Healthcare Associated Infection ( HAIs) merupakan masalah di berbagai negara termasuk Indonesia.
Kejadian HAIs, pada dasarnya bisa dicegah jika pelayanan kesehatan aktif, disiplin dan konsisten melakukan kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi.
[Gambar]
Sebagai fasilitas pemberi pelayanan yang memiliki resiko penularan cukup tinggi, Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dalam memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada publik, harus lebih mampu melakukan pencegahan dan pengendalian dengan memutus rantai penularan infeksi dengan dukungan kompetensi, pengetahuan dan perilaku petugasnya.
[Gambar]
Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan melalui Bidang P2P Program HIV melaksanakan kegiatan On The Job Training bagi petugas programmer HIV/AIDS, ATLM, farmasi serta dokter puskesmas Kedungwuni I dan RS rujukan di aula pertemuan Puskesmas Kedungwuni I selama 3 hari mulai tanggal 5 sampai dengan 7 desember 2022.
Kegiatan ini selain sebagai salah satu metode peningkatan ketrampilan, pengetahuan dan meningkatkan kompetensi petugas dalam memberikan pelayanan pada kasus HIV/AIDS, juga bertujuan untuk memberikan andil dan peran bagi Puskesmas dalam suksesnya program 3 Zero dan Triple eliminasi kasus HIV, Hepatitis B dan Sifilis.
Percepatan 3 Zero secara nasional menjadi keharusan bagi pemerntah dan seluruh stakeholder terkait dalam pelaksanaan program penanggulangan HIV/AIDS yang meliputi : zero infeksi baru, zero kematian terkait HIV/AIDS dan zero stigma serta diskriminasi ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), menuju Indonesia bebas AIDS tahun 2030.
Mari dukung program 3 Zero dan Triple Eliminasi, suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan
Selasa, 6 Desember 2022
[Gambar]
Pada hari sabtu, 24 september 2022, kami mengundang seluruh kader kesehatan diwilayah kerja Puskesmas Kedungwuni I dalam rangka sosialisasi dan pembekalan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil kurang energi kronis dan bayi gizi kurang yang berbasis pangan lokal.
Melalui kegiatan ini diharapkan akan adanya peningkatan kapasitas dan pengetahuan kader seputar pemberian makanan tambahan siap saji berbasis pangan lokal yang muda didapat dan diolah.
kegiatan ini termasuk bagian dari upaya dan dukungan Puskesmas dalam revitalisasi program PMT-AS nasional dan diversifikasi pangan lokal dan mendorong partisipasi dan peran serta masyarakat dalam implementasinya
Kamis, 6 Oktober 2022
Tim dari Puskesmas Kedungwuni I pada hari kamis,14 juli 2022 turut serta dalam kegiatan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara dengan metode IVA dan SADANIS keliling yang dilaksanakan diwilayah Puskesmas Lebakbarang Kabupaten Pekalongan dalam rangka peningkatan cakupan pemeriksaan IVA dan SADANIS di Kabupaten Pekalongan
Para ahli memperkirakan bahwa 40% kanker dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko terjadinya kanker tersebut, sehingga diperlukan upaya peningkatan kesadaran masyarakat untuk mencegah faktor risiko tersebut dengan peningkatan program pencegahan dan penanggulangan yang tepat. Salah satu upaya yang telah dilakukan untuk menurunkan insiden dan kematian yang disebabkan oleh kanker serviks yaitu melalui pendekatan terapi maupun pencegahan faktor risiko. Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) merupakan metode yang dapat dilakukan secara massal dan murah serta hasilnya lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan metode tes pap smear. Menurut penelitian Rasjidi, sensitivitas IVA untuk mendeteksi kanker serviks sebesar 75%, dengan spesifisitas sebesar 85% serta hasil pemeriksaan IVA yang positif menunjukkan adanya lesi prakanker serviks. Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan Periksa Payudara Sendiri (SADARI), atau Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) oleh petugas kesehatan terlatih di fasilitas kesehatan.
[Gambar]
Kanker Serviks merupakan kanker terbanyak yang diderita oleh perempuan di Indonesia. Kanker ini berawal dari tumor ganas yang mengenai leher rahim dan disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV). Leher rahim yang terpapar virus HPV berpotensi menjadi kanker dalam waktu 3-17 tahun jika tidak dilakukan tindakan pencegahan. Deteksi dini terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan Tes IVA ( Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) yang merupakan pemeriksaan kanker serviks dengan pemberian asam asetat atau asam cuka pada leher rahim selama 1 menit. Pemberian asam asetat ini merupakan metode mudah dan murah namun memiliki tingkat akurasi tinggi untuk menyimpulkan hasil pemeriksaan IVA negatif (normal) atau positif (ada lesi pra kanker). Dalam durasi 60 detik, hasil pemeriksaan akan diketahui jika ada kelainan, yaitu munculnya plak putih pada serviks yang perlu diwaspadai sebagai luka pra kanker. Idealnya, skrining pada wanita usia 35 – 40 tahun wajib dilakukan setiap 3 tahun sekali. Sedangkan bagi wanita yang belum menikah, sangat dianjurkan untuk melakukan vaksin HPV terlebih dahulu.
- hakti Sosial Terpadu lintas organisasi profesi kesehatan bersama Puskesmas Kedungwuni I dan Dinas Kesehatan Provinsi yang bekerjasama dengan Jaringan Sekolah Alam Nusantara yang hari ini (Rabu, 13 juli 2022) memberikan layanan pemeriksaan kesehatan fisik, fisioterapi dan layanan psikologi pada individu berkebutuhan khusus dan disabilitas.
[Gambar]
Kegiatan yang didukung oleh BAZNAS Kabupaten Pekalongan Forum MADANI dan Dinas Kesehatan Kabupaten pekalongan dan bertempat di Sekolah Alam Pekalongan ini merupakan salah satu kegiatan yang berusaha memenuhi kesetaraan hak-hak sosial dan kesehatan para individu disabilitas dan berkebutuhan khusus.
Melalui Sharing session Pengenalan dan Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus ini diharapkan mampu membuka cakrawala dan persepsi baru tentang bagaimana peran masyarakat dan instansi terkait dalam pemenuhan kebutuhan anak disabiltas dan berkebutuhan khusus secara tepat dan komprehensif.
Sabtu, 17 Desember 2022
Usaha ini harus dimulai dengan mengenali secara tepat keadaan tanda henti jantung atau henti nafas dan segera memberikan bantuan sirkulasi dan ventilasi. Selain itu Resusitasi juga dikatakan sebagai sebuah upaya menyediakan oksigen ke otak, jantung dan organ-organ vital lainnya melalui sebuah tindakan yang meliputi pemijatan jantung dan ventilasi yang memenuhi syarat.
Tetap Sehat dan Tetap Bahagia
Sabtu, 17 Desember 2022
Setelah mengikuti pelatihan ini kompetensi yang akan di dapatkan peserta yaitu mampu memahami konsep penyakit infeksi serta program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Menyusun Perencanaan Program PPI, Menerapkan Program PPI dalam pelayanan kesehatan perorangan (UKP) dan Pelayanan kesehatan Masyarakat.
Tetap Sehat dan Tetap Bahagia.
Sabtu, 17 Desember 2022
Kamis, 28 Juli 2022
[Gambar]
Kanker payudara juga masuk dalam daftar 10 penyebab kematian terbanyak perempuan di Indonesia. Kita bisa mencegah munculnya penyakit ini dengan melakukan serangkaian pemeriksaan rutin seperti Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS). SADARI dapat dilakukan pada rentang hari ke 7 – 10 setelah hari pertama menstruasi dimana payudara sedang dalam kondisi paling lunak. Langkah awal melakukan SADARI adalah dengan mengamati kondisi payudara, lalu mengangkat tangan sebelah kanan dan raba payudara dengan tangan kiri dari arah pinggir, memutar ke arah putting susu lalu tekan dengan perlahan. Apabila terdapat cairan berwarna merah darah maka bisa saja merupakan indikasi adanya sel kanker. Lakukan gerakan yang sama dalam keadaan berbaring untuk meraba kemungkinan adanya benjolan. Memang, tidak semua benjolan berarti kanker. Namun, apabila menemukan benjolan yang tidak terasa sakit dan muncul selama 2 kali siklus menstruasi, lebih baik datang ke dokter spesialis onkologi untuk dilakukan SADANIS guna menegakkan jenis benjolan yang ada.
Kamis, 14 Juli 2022
[Gambar]
Sasaran utama di kegiatan ini, tidak hanya berfokus pada silaturahmi dan pemeriksaan kesehatan fisik semata, namun juga memberikan asupan psikologis pada para peserta yang diharapkan mampu mengembangkan kepercayaan diri mereka agar tetap terus mampu menjalani kehidupan sosial secara positif dan mandiri tentunya.
Tetap Sehat dan Tetap Bahagia.
Rabu, 13 Juli 2022