Pembinaan Dokter Kecil Puskesmas Kedungwuni I (Rabu, 27 juli 2022)
Kegiatan pembinaan dan pengkaderan dokter kecil adalah salah satu bagian dari program Usaha Kesehatan Sekolah ( UKS ). Salah satu pendekatan dalam program UKS ini adalah melibatkan partisipasi peserta didik sebagai penggerak perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Permasalahan kesehatan yang menonjol pada tingkat Sekolah Dasar sebagian besar terletak pada rendahnya pengetahuan serta kesadaran anak mengenai bagaimana perilaku serta penerapan hidup bersih dan sehat.
[Gambar]
Usia sekolah dasar merupakan usia emas yang paling optimal dalam pembetukan perilaku dan karakter seorang anak. Sebagai generasi calon penerus bangsa, pembinaan dan pemahaman tentang kesehatan merupakan salah satu hal utama yang harus ditanamkan pada anak sejak dini, dan usia Sekolah Dasar adalah sasaran yang paling strategis untuk dilakukan intervensi.
Dokter kecil sendiri adalah siswa yang memenuhi kriteria dan telah terlatih untuk ikut melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya.
[Gambar]
Terima kasih untuk partisipasi aktif adik-adik semua didalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah. Semoga bekal yang didapat dapat menjadikan adik-adik sebagai dokter kecil yang pro aktif, produktif dan mampu menjadi ujung tombak peningkatan taraf kesehatan yang optimal di sekolah.
Tim dari Puskesmas Kedungwuni I pada hari kamis,14 juli 2022 turut serta dalam kegiatan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara dengan metode IVA dan SADANIS keliling yang dilaksanakan diwilayah Puskesmas Lebakbarang Kabupaten Pekalongan dalam rangka peningkatan cakupan pemeriksaan IVA dan SADANIS di Kabupaten Pekalongan
Para ahli memperkirakan bahwa 40% kanker dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko terjadinya kanker tersebut, sehingga diperlukan upaya peningkatan kesadaran masyarakat untuk mencegah faktor risiko tersebut dengan peningkatan program pencegahan dan penanggulangan yang tepat. Salah satu upaya yang telah dilakukan untuk menurunkan insiden dan kematian yang disebabkan oleh kanker serviks yaitu melalui pendekatan terapi maupun pencegahan faktor risiko. Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) merupakan metode yang dapat dilakukan secara massal dan murah serta hasilnya lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan metode tes pap smear. Menurut penelitian Rasjidi, sensitivitas IVA untuk mendeteksi kanker serviks sebesar 75%, dengan spesifisitas sebesar 85% serta hasil pemeriksaan IVA yang positif menunjukkan adanya lesi prakanker serviks. Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan Periksa Payudara Sendiri (SADARI), atau Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) oleh petugas kesehatan terlatih di fasilitas kesehatan.
[Gambar]
Kanker Serviks merupakan kanker terbanyak yang diderita oleh perempuan di Indonesia. Kanker ini berawal dari tumor ganas yang mengenai leher rahim dan disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV). Leher rahim yang terpapar virus HPV berpotensi menjadi kanker dalam waktu 3-17 tahun jika tidak dilakukan tindakan pencegahan. Deteksi dini terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan Tes IVA ( Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) yang merupakan pemeriksaan kanker serviks dengan pemberian asam asetat atau asam cuka pada leher rahim selama 1 menit. Pemberian asam asetat ini merupakan metode mudah dan murah namun memiliki tingkat akurasi tinggi untuk menyimpulkan hasil pemeriksaan IVA negatif (normal) atau positif (ada lesi pra kanker). Dalam durasi 60 detik, hasil pemeriksaan akan diketahui jika ada kelainan, yaitu munculnya plak putih pada serviks yang perlu diwaspadai sebagai luka pra kanker. Idealnya, skrining pada wanita usia 35 – 40 tahun wajib dilakukan setiap 3 tahun sekali. Sedangkan bagi wanita yang belum menikah, sangat dianjurkan untuk melakukan vaksin HPV terlebih dahulu.
- hakti Sosial Terpadu lintas organisasi profesi kesehatan bersama Puskesmas Kedungwuni I dan Dinas Kesehatan Provinsi yang bekerjasama dengan Jaringan Sekolah Alam Nusantara yang hari ini (Rabu, 13 juli 2022) memberikan layanan pemeriksaan kesehatan fisik, fisioterapi dan layanan psikologi pada individu berkebutuhan khusus dan disabilitas.
[Gambar]
Kegiatan yang didukung oleh BAZNAS Kabupaten Pekalongan Forum MADANI dan Dinas Kesehatan Kabupaten pekalongan dan bertempat di Sekolah Alam Pekalongan ini merupakan salah satu kegiatan yang berusaha memenuhi kesetaraan hak-hak sosial dan kesehatan para individu disabilitas dan berkebutuhan khusus.
Melalui Sharing session Pengenalan dan Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus ini diharapkan mampu membuka cakrawala dan persepsi baru tentang bagaimana peran masyarakat dan instansi terkait dalam pemenuhan kebutuhan anak disabiltas dan berkebutuhan khusus secara tepat dan komprehensif.
APA ITU PROLANIS?
PROLANIS merupakan suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegratif yang melibatkan peserta, Fasilitas Kesehatan, dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien (BPJS Kesehatan, 2014).
TUJUAN DIADAKAN PROLANIS
Tujuan utama PROLANIS adalah untuk mendorong peserta penyandang penyakit kronis agar mencapai kualitas hidup yang optimal dengan indikator 75% peserta terdaftar yang berkunjung ke Faskes Tingkat Pertama memliki hasil “baik” pada pemeriksaan spesifik terhadap penyakit DM tipe II dan Hipertensi sesuai Panduan Klinis terkait sehingga mencegah timbulnya komplikasi penyakit (BPJS Kesehatan, 2014).
[Gambar]
SIAPA SAJA SASARAN PROLANIS ?
Sasaran dari Pronalis sendiri merupakan seluruh peserta BPJS penyandang penyakit kronis (Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi). Dengan penanggung jawab program ini adalah Kantor Cabang BPJS Kesehatan bagian Manajemen Pelayanan Primer (BPJS Kesehatan, 2014).
APA SAJA LANGKAH PELAKSANAANNYA?
Menurut BPJS Kesehatan (2014), Berikut Tahap- tahap Persiapan Pelaksanaan Prolanis :
Melakukan identifikasi data peserta sasaran berdasarkan :
1. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEPALA PUSKESMAS
Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan
Memimpin pelaksanaan tugas pokok dan fungsi
Membina kerjasama karyawan/karyawati dalam pelaksanaan tugas sehari-
Melakukan pengawasan melekat bagi seluruh pelaksanaan kegiatan program dan pengelolaan keuangan.
Mengadakan koordinasi dengan Kepala Kecamatan dan Lintas Sektoral dalam upaya pembangunan kesehatan di wilayah kerja.
Menjalin kemitraan dengan berbagai pihak dan masyarakat dalam rangka peningkatan derajat kesehatan
Menyusun perencanaan kegiatan Puskesmas dengan dibantu oleh staf
Memonitor dan mengevaluasi kegiatan
Melaporkan hasil kegiatan program ke Dinas Kesehatan Kota, baik berupa laporan rutin maupun khusus.
Membina petugas dalam meningkatkan mutu pelayanan (QA).
Melakukan supervisi dalam pelaksanaan kegiatan di Puskesmas induk, Pustu,Puskesling, Polindes, Posyandu dan di Masyarakat.
2. TUGAS POKOK DAN FUNGSI DOKTER PUSKESMAS KEDUNGWUNI I
Sebagai Ketua Tim Mutu Puskesmas, mengkoordinir seluruh kegiatan manajemen mutu di
Melaksanakan tugas pelayanan kepada pasien
Membantu manajemen dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi
Membantu manajemen membina karyawan/karyawati dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Membantu menyusun perencanaan kegiatan
Membantu manajemen dan memonitor dan mengevaluasi kegiatan
Membina petugas dalam meningkatkan mutu pelayanan (QA).
GERTABATIK(Gerakan Wanita Basmi Jentik)
Merupakan gerakan swadaya masyarakat di desa Rowocacing yang dipandu oleh Tim penggerak PKK desa untuk melakukan kegiatan senam bersama yang dilanjutkan dengan jalan sehat yang disertai dengan monitoring PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Kegiatan ini dilakukan secara rutin dan telah berlangsung sejak tahun 2015 dan telah memberikan manfaat yang nyata dengan indikator penurunan angka kasus DBD di desa Rowocacing. Program ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk pelaksanaan kegiatan yang serupa di desa-desa lain di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni I yang relatif merupakan daerah endemis DBD.
MASLINGGAN (Farmasi Peduli Pelanggan)
Sebuah program inovasi unik dari ruang pelayanan obat Puskesmas Kedungwuni I, yang didasari oleh adanya sebagian keluhan dari pelanggan yang datang berobat setelah pulang kerumah masing-masing. Keluhan-keluhan yang disampaikan oleh pelanggan Puskesmas Kedungwuni I antara lain :
Pelanggan kurang atau tidak memahami cara menggunakan maupun cara mengkonsumsi obat yang telah diberikan petugas.
Pelanggan kurang atau tidak memahami aturan pakai serta dosis dari obat yang telah diberikan petugas.
Pelanggan mengeluhkan adanya keluhan tambahan ataupun reaksi yang tidak diharapkan setelah mengkonsumsi obat.
Pelanggan mengeluhkan tidak adanya perubahan serta reaksi maupun kesembuhan gejala yang diharapkan setelah mengkonsumsi obat.
Atas dasar temuan serta keluhan-keluhan yang termaksud diatas, maka muncullah sebuah gagasan untuk lebih mendekatkan komunikasi antara pelanggan dengan petugas pelayanan obat melalui sebuah program yang berbasis komunikasi menggunakan sarana tekhnologi yang mudah serta praktis. Implementasi ide diatas adalah penyampaian informasi serta respon balik dari petugas ke pelanggan dan dari pelanggan ke petugas melalui media panggilan telepon, SMS, maupun menggunakan media WA untuk memastikan tidak adanya kesalahan cara, dosis daupun efek samping yang tidak diharapkan selama pelanggan mengkonsumsi obat dari Puskesmas serta mengukur efektifitas dari terapi yang telah diberikan kepada pelanggan
Kanker payudara juga masuk dalam daftar 10 penyebab kematian terbanyak perempuan di Indonesia. Kita bisa mencegah munculnya penyakit ini dengan melakukan serangkaian pemeriksaan rutin seperti Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS). SADARI dapat dilakukan pada rentang hari ke 7 – 10 setelah hari pertama menstruasi dimana payudara sedang dalam kondisi paling lunak. Langkah awal melakukan SADARI adalah dengan mengamati kondisi payudara, lalu mengangkat tangan sebelah kanan dan raba payudara dengan tangan kiri dari arah pinggir, memutar ke arah putting susu lalu tekan dengan perlahan. Apabila terdapat cairan berwarna merah darah maka bisa saja merupakan indikasi adanya sel kanker. Lakukan gerakan yang sama dalam keadaan berbaring untuk meraba kemungkinan adanya benjolan. Memang, tidak semua benjolan berarti kanker. Namun, apabila menemukan benjolan yang tidak terasa sakit dan muncul selama 2 kali siklus menstruasi, lebih baik datang ke dokter spesialis onkologi untuk dilakukan SADANIS guna menegakkan jenis benjolan yang ada.
Sasaran utama di kegiatan ini, tidak hanya berfokus pada silaturahmi dan pemeriksaan kesehatan fisik semata, namun juga memberikan asupan psikologis pada para peserta yang diharapkan mampu mengembangkan kepercayaan diri mereka agar tetap terus mampu menjalani kehidupan sosial secara positif dan mandiri tentunya.
Hasil diagnosa DM dan HT (pada Faskes tingkat pertama )
Menentukan target sasaran
Melakukan pemetaan Faskes dokter keluarga distribusi berdasarkan distribusi target sasaran peserta
Menyelenggarakan sosialisasi Prolanis kepada Faskes pengelola
Melakukan pemetaan jejaring Faskes pengelola (Apotek, Laboratorium)
Permintaan pernyataan kesediaan jejaring Faskes untuk melayani peserta Prolanis
Melakukan sosialisasi Prolanis kepada peserta (Instansi, pertemuan kelompok pasien kronis di RS, dan lain lain)
Penawaran kesediaan terhadap peserta penyandang Diabetes Melitus tipe II dan Hipertensi untuk bergabung dalam Prolanis
Melakukan verifikasi terhadap kesesuaian data diagnosa dengan form kesediaan yang diberikan oleh calon peserta Prolanis
Mendistribusikan buku pemantauan kesehatan kepada peserta terdaftar Prolanis
Melakukan Rekapitulasi daftar peserta
Melakukan entri data peserta dan pemberian flag bagi peserta prolanis
Melakukan distribusi data peserta prolanis sesuai Faskes pengelola
Bersama dengan Faskes melakukan rekapitulasi data pemeriksaan status peserta, meliputi pemeriksaan GDP, GDPP, Tekanan Darah, IMT, HbA1C. Bagi peserta yang belum dilakukan pemeriksaan, harus segera dilakukan pemeriksaan
Melakukan rekapitulasi data hasil pencatatan status kesehatan awal peserta per Faskes pengelola (Data merupakan iuran aplikasi P – Care)
Melakukan monitoring aktifitas Prolanis pada masing – masing Faskes Pengelola:
Menerima laporan aktifitas Prolanis dari Faskes pengelola
Menganalisa data.
Menyusun umpan balik kinerja Faskes Prolanis
Membuat laporan kepada Kantor Divisi Regional / Kantor Pusat.
[Gambar]
AKTIVITAS PROLANIS
Aktifitas Prolanis dilaksanakaan dengan mencakup 5 metode, yaitu :
Konsultasi Medis
Dilakukan dengan cara konsultasi medis antara peserta Prolanis dengan tim medis, jadwal konsultasi disepakati bersama antara peserta dengan Faskes Pengelola.
Edukasi Kelompok
Peserta Prolanis Edukasi kelompok Resiko Tinggi (Klub Prolanis) adalah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan dalam upaya memulihkan penyakit dan mencegah timbulnya kembali penyakit serta meningkatkan status kesehatan bagi peserta prolanis.
Sasaran dari metode ini yaitu, terbentuknya kelompok peserta (Klub) Prolanis minimal 1 Faskes Pengelola 1 Klub. Pengelompokan diutamakan berdasarkan kondisi kesehatan peserta dan kebutuhan edukasi.
Reminder melalui SMS Gateway Reminder
SMS Gateway Reminder adalah kegiatan untuk memotivasi peserta untuk melakukan kunjungan rutin kepada Faskes Pengelola melalui peringatan jadwal konsultasi ke Faskes Pengelola tersebut. Sasaran dari hal ini adalah tersampaikannya reminder jadwal konsultasi peserta ke masing – masing Faskes Pengelola.
Home Visit
Home visit adalah kegiatan pelayanan kunjungan kerumah peserta Prolanis untuk pemberian informasi / edukasi kesehatan diri dan lingkungan bagi peserta Prolanis dan keluarga.
Pemantauan status kesehatan (Skrinning kesehatan)
Mengontrol riwayat pemeriksaan kesehatan untuk mencegah agar tidak terjadi komplikasi atau penyakit berlanjut (BPJS Kesehatan, 2014).
[Gambar]
Sasaran dan Kriteria Peserta Prolanis
Peserta baru terdaftar
Peserta tidak hadir terapi di Klinik selama 3 bulan berturut – turut
Peserta dengan GDP/GDPP dibawah standar 3 bulan berturut – turut
Peserta dengan tekanan darah tidak terkontrol 3 bulan berturut – turut
Membantu manajemen melakukan supervixi dalam pelaksanaan kegiatan di Puskesmas induk, Pustu, Puskesling, Polindes, Posyandu dan di
Mengkoordinir kegiatan Sistem informasi
Menyusun laporan Profil kesehatan, dibantu staf yang lain.
3. TUGAS POKOK DAN FUNGSI DOKTER GIGI PUSKESMAS KEDUNGWUNI I
Sebagai koordinator kegiatan Yankesmas : mengkoordinir perencanaan, monitoring dan evaluasi kegiatan-kegiatan
Bertanggung jawab atas kegiatan pelayanan BP
Melaksanakan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan pasien gigi dan membina unit BP Gigi dalam pelaksanaan quality assurance.
Membantu Kepala Puskesmas dalam peningkatan mutu pelayanan (Quality Assurance).
Membantu Kepala Puskesmas dalam melakukan koordinasi dengan Dinas Lintas Sektoral terkait dalam upaya kerjasama dalam melaksanakan kegiatan pembangunan kesehatan.
Membantu pelaksanaan kegiatan lapangan dalam kegiatan UKS/UKGS/UKGMD, pembinaan kader kesehatan, guru UKS dan Dokter
Membantu Kepala Puskesmas dalam membina karyawan di bidang
Membantu Kepala Puskesmas dalam menyusun perencanaan kegiatan
Membantu Kepala Puskesmas dalam membuat laporan kegiatan
4. TUGAS POKOK DAN FUNGSI BIDAN KOORDINATOR PUSKESMAS KEDUNGWUNI I
Sebagai bidan koordinator kegiatan KIA (Kesehatan Ibu dan anak).
Melaksanakan kegiatan pemeriksaan/pembinaan kepada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu menyusui, bayi dan
Melaksanakan kegiatan pelayanan Keluarga
Membina dan mensupervisi bidan swasta yang ada di wilayah
Melaksanakan kegiatan lapangan dalam kegiatan Posyandu, Pembinaan kader kesehatan dan dukun
Bertanggung jawab atas kebersihan dan penataan ruang KIA/KB/RB.
Bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pengamatan alat medis, non medis
Membantu Kepala Puskesmas dalam menyusun rencana
Membantu Kepala Puskesmas dalam membuat laporan
Membina unit KB dalam pelaksanaan Quality Assurance.
Melaksanakan kegiatan
Melaksanakan kegiatan Posyandu
Bertanggung jawab atas pembuatan laporan KIA bulanan, tahunan beserta
5. TUGAS POKOK DAN FUNGSI BIDAN PUSKESMAS KEDUNGWUNI I
Sebagai bidan koordinator penanggung jawab kegiatan Keluarga
Melaksanakan laporan kegiatan pemeriksaan/pembinaan/pertolongan kepada Ibu Hamil, Ibu Bersalin, Ibu Nifas, Ibu Menyusui, bayi dan
Melakukan kegiatan pelayanan Keluarga
Bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pengamanan alat medis dan umum non medis KB.
Membina dan mensupervisi bidan swasta yang ada di wilayah
Bertanggung jawab atas kebersihan dan penataan ruang KIA/KB/RB.
Melaksanakan kegiatan koordinasi dengan PKK dan Lintas Sektoral terkait dalam kegiatan GSI (Gerakan Sayang Ibu) dan kegiatan dalam upaya peningkatan kesehatan perempuan.
Membantu Kepala Puskesmas dalam menyusun rencana
Membantu Kepala Puskesmas dalam membuat laporan
Melaksanakan kegiatan
Melaksanakan kegiatan Posyandu
Membina anak pra Taman Kanak-Kanak.
Melakukan pemantauan kelainan tumbuh kembang
Membina unit KB dalam pelaksanaan QA.
Membantu kegiatan Lintas Sektoral terutama dalam pemberantasan penyakit dan dalam kegiatan penyuluhan
Koordinator Program Kesehatan
Membantu kegiatan Posyandu Balita dan
Membantu pelaksanaan dan pelaporan KIA dan
6. TUGAS POKOK DAN FUNGSI PERAWAT PUSKESMAS KEDUNGWUNI I
Melaksanakan tugas asuhan keperawatan didalam gedung maupun diluar
Berkolaborasi dengan Dokter dalam pelayanan pengobatan pasien baik di Puskesmas induk maupun di pos-pos Puskesling.
Bertanggung jawab atas kebersihan dan penataan ruang BP/IGD/Poli
Bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pengamanan alat medis dan non medis di ruang BP/IGD/MTBS.
Membantu kegiatan lintas program antara lain dalam kegiatan pemberantasan penyalit, UKS, Penyukuhan Kesehatan Masyarakat dan kegiatan lapangan lainnya.
Melaksanakan kegiatan Puskesmas diluar
Membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu balita dan Posyandu
Membantu Kepala Puskesmas dalam membuat perencanaan
Membantu Kepala Puskesmas dalam membuat laporan
Melaksanakan kegiatan pelayanan pos MTBS di
Membantu pelaksanaan pelacakan kelainanmata, jiwa dan tumbuh kembang anak balita
7. TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS PENYULUHAN PUSKESMAS KEDUNGWUNI I
Sebagai koordinator kegiatan promosi kesehatan, penyuluhan kesehatan (PKM) dan peningkatan peran serta masyarakat (PSM).
Melaksanakan kegiatan sosialisasi
Melakukan pendataan dan upaya-upaya dalam peningkatan PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat) baik untuk individu, kelompok, institusi, sekolah maupun
Membantu Kepala Puskesmas dalam membuat pelaksanaan
Melaksanakan pencatatan dan pelaporan kegiatan Plm dan
Membina Batra dan upaya-upaya pengembangan obat
Membina Posyandu balita dan Posyandu lansia
8. TUGAS POKOK DAN FUNGSI KOORDINATOR P2P (PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT)
Mengkoordinir kegiatan pemberantasan penyalit menular dan tidak menular, yang meliputi kegiatan P2TB, P2 Malaria, P2DBD, P2 Diare, P2 ISPA, P2 Kusta, P2TM, serta penyakit potensial wabah
Mengumpulkan data kegiatan pemberantasan penyakit menular dan tidak
Mengkoordinir kegiatan surveilans pemberantasan penyalit dan mendeteksi adanya KLB (Kejadian Luar Biasa)
Mengkoordinir kegiatan PE (Penyelidikan Epidemologi).
Melakukan koordinasi dengan petugas PKM dan petugas Lintas Program yang lain dalam melaksanakan penyuluhan kesehatan, terutama dalam hal pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dan tidak
Mengkoordinir laporan kegiatan pemberantasan penyakit menular dan tidak menular, laporan adanya KLB (W1), laporan PE dan laporan W2 (Laporan Penyakit Potensial Wabah).
9. TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS P2TB
Membuat perencanaan kegiatan P2TB bersama petugas lintas program
Melaksanakan kegiatan P2TB bersama petugas lainnya (Petugas BP, termasuk PMO/ Pengawas Minum Obat, TOMAT/Tokoh Masyarakat, kader, LSM, dll)
Membantu merencanakan kebutuhan obat TB dan sarana/ alat dalam pelaksanaan kegiatan
Melaksanakan surveilans, monitoring dan evaluasi kegiatan
Melaksanakan pencatatan dan pelaporan kegiatan
10. TUGAS POKOK DAN FUNGSI P2 MALARIA
Membuat perencanaan kegiatan P2 Malaria, bersama petugas lintas program dan lintas sektoral terkait.
Melaksanakan surveilans dan mendeteksi adanya
Melakukan PE (bila terjadi KLB) bersama petugas terkait
Melaksanakan monitoring dan evaluasi program P2
Membantu merencanakan kebutuhan obat malaria dan sarana/alat dalam kegiatan P2 Malaria.
Melaksanakan pencatatan dan pelaporan kegiatan P2 Malaria, laporan PE dan laporan KLB (bila terjadi Kejadian Luar biasa).
11. TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS P2 DIARE
Membuat perencanaan kegiatan P2 Diare bersama lintas program
Melaksanakan kegiatan surveilans dan mendeteksi
Melaksanakan PE (bila terjadi KLB) bersama petugas terkait
Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan P2
Melaksanakan pencatatan dan pelaporan kegiatan P2 Diare, laporan PE dan KLB (bila terjadi KLB).
12. TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS P2 ISPA
Membuat perencanaan kegiatan P2ISPA bersama petugas lintas program
Melaksanakan kegiatan surveilans, monitoring dan
Melaksanakan kegiatan penyuluhan bersama petugas lintas program
Membantu perencanaan kebutuhan obat dan sarana/alat dalam kegiatan
13. POKOK DAN FUNGSI PETUGAS P2 DBD
Membuat pelaksanaan kegiatan P2DBD bersama petugas lintas program
Melaksanakan surveilans, monitoring dan evaluasi kegiatan
Mandeteksi KLB dan melaksanakan PE (bila terjadi KLB).
Melaksanakan penyuluhan bersama dengan petugas program
Melaksanakan perencanaan dan pelaporan kegiatan P2DBD, laporan PE dan KLB (bila terjadi KLB).
14. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS P2 KUSTA
Membuat perencanaan kegiatan P2 Kusta bersama petugas lintas program
Melaksanakan kegiatan penemuan penderita bersama petugas lintas progran dan lintas sektoral terkait.
Melaksanakan surveilans, monitoring dan evaluasi kegiatan P2
Melaksanakan penyuluhan bersama petugas lintas program
Melaksanakan pencatatan dan pelaporan kegiatan P2
15. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS HYGIENE SANITASI
Membuat perencanaan kegiatan Kesling (Kesehatan Lingkungan).
Melaksanakan pembinaan dan pemeriksaan TTU (Tempat-Tempat Umum), TP2M (Tempat Pembuatan dan Penjualan Makanan), TP3 (Tempat Penyimpanan dan Penjualan Pestisida), Home Industri, salon dan pabrik/perusahaan.
Melaksanakan Pelaksanaan Jentik Berkala (PJB) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), bersama lintas program dan lintas sektoral serta
Melaksanakan pendataan dan pembinaan Rumah Sakit, SAMIJAGA (Sarana Air Minum dan Jamban Keluarga) dan SPAL (Sarana Pembuangan Air Limbah).
Melaksanakan Penyuluhan kesehatan lingkungan bersama dengan petugas lintas program dan lintas sektoral
Melaksanakan pencatatan dan pelaporan kegiatan
16. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS GIZI
Membuat perencanaan kegiatan program Gizi, bersama petugas lintas program dan lintas sektoral terkait
Melaksanakan kegiatan dalam rangka UPGK (Usaha Perbaikan Gizi Keluarga), mengkoordinir kegiatan penimbangan dan penyuluhan gizi d
Melaksanakan pendataan sasaran dan distribusi Vitamin A, kapsul Yodiol dan tablet besi (Fe).
Melaksanakan PSG (Pemantauan Status Gizi).
Bersama dengan petugas lintas program dan lintas sektoral melaksanakan SKPG (Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi).
Melaksanakan pemantauan garam
Mendeteksi dan melaporkan adanya balita
Mengkoordinir pelaksanaan PMT penyuluhan dan PMT Pemulihan Balita
Melaksanakan konseling Gizi di klinik Gizi maupun di
Membina Gizi Institusi (pondok pesantren, panti asuhan dll).
Bersama petugas lintas sektoral merencanakan, memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan PMT-ASI.
Bersama dinas lintas sektoral terkait melaksanakan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG).
Melaksanakan pencatatan dan pelaporan kegiatan program
17. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS LABORATORIUM KEDUNGWUNI I
Membuat perencanaan kebutuhan alat/sarana, reagensia dan bahan habis pakai lainnya yang dibutuhkan selama 1 tahun.
Membuat perencanaan pengembangan kegiatan
Melaksanakan kegiatan pemeriksaan laboratorium sesuai
Melaksanakan pencatatan dan pelaporan kegiatan
18. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS BENDAHARA
Menerima dan membukukan dalam Buku Kas Umum
Mencatat dan membukukan dalam buku Kas Umum semua pengeluaran
Membuat laporan keuangan penerimaan pengembalian setoran dan pengeluran Puskesmas serta SPJ dan pendukung lainnya.
Membantu Kepala Puskesmas dalam membuat perencanaan penggunaan dana
Membantu Kepala Puskesmas dalam membuat laporan keuangan
Membuat SPJ ASKES (Jasa Pelayanan dan Jasa Sarana).
19. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS BENDAHARA PROYEK
Melakukan pencatatan dan pembukuan Kas dan buku bantu penerimaan dan pengeluaran dana JPS-BK dan proyek
Membuat laporan keuangan (Penerimaan dan Pengeluaran) dan laporan kegiatan JPS-BK dan kegiatan proyek lainnya sesuai format yang telah ditetapkan.
Membuat SPJ dan pendukung
20. TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS APOTEK
Bertanggung jawab atas kegiatan pelayanan di apotek
Melaksanakan pelayanan pemberian obat di
Mencatat petugas gudang obat dalam memonitor obat di apotek (LPLPO).
Membantu petugas gudang obat dalam memonitor obat di Pustu dan Pos
Membantu Kepala Puskesmas dalam membuat perencanaan kebutuhan obat
Membina unit apotek dalam pelaksanaan Quality
Entry data
21. TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS GUDANG OBAT
Menerima dan mencatat penerimaan obat dari Gudang Farmasi dan dari sumber lain (bila ada).
Membuat dan mengisi kartu stok obat di gudang
Mencatat dan melaporkan penerimaan dan pengeluaran obat dari gudang
Memonitor obat di apotek, pustu dan pos
Membantu Kepala Puskesmas dalam merencanakan kebutuhan
Membuat
Membantu pengelolaan obat di apotek dan gudang
Membantu kegiatan pelayanan di
22. TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS LOKET PENDAFTARAN
Mendaftar pasien yang datang berobat
Mencatat di register,
Mengisi identitas pasien di kartu rawat jalan dan kartu resep,
Mengisi kartu tanda pengenal pasien,
Mengantar kartu rawat jalan ke ruang pelayanan,
Bertanggung jawab atas penerimaan uang retribusi dan pengeluaran karcis,
Menyetorkan kepada bendahara penerima hasil penerimaan retribusi setiap hari,
Mencatat hasi penerimaan retribusi di buku bantu,
Menyusun Kartu Rawat Jalan pasien pada rak status sesuai urutan nomor kode,
Membantu merencanakan kebutuhan kartu rawat jalan, resep, kartu tanda pengenal, family folder dan amplop tempat kartu rawat jalan,
23. TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS KOORDINATOR PERKESMAS
Mengkoordinator pelaksanaan kegiatan Asuhan Keperawatan dalam gedung dan luar dan luargedung, baik untuk sasaran individu, keluarga, kelompok, institusi maupun masyarakat,
Melaksanakan kegiatan puskesmas di dalam maupun di luar gedung bersama petugas paramedic yang lain,
Melaksanakan kegiatan skrining Kesehatan Keluarga,
Membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu Balita dan Lansia,
Melaksanakan Penyuluhan Kesehatan,
Membantu masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan, bekerjasama dengan lintas program dan lintas sektoral,
Melaksanakan kegiatan pengiriman pasien yang mengalami masalah kesehatan ke unit pelayanan pengobatan (Puskesmas dll),
Membuat perencanaan, pencatatan kegiatan dan pelaporan
24. TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS UKS
Membuat perencanaan kegiatan UKS/UKGS,
Melaksanakan kegiatan UKS/UKGS di sekolah (SD/MI, SLTP dan SLTA),
Melaksanakan kegiatan pembinaan PHBS di sekolah,
Melaksanakan kegiatan Pengiriman pasien ke unit pelayanan pengobatan (Puskesmas),
Melaksanakan kegiatan Pembinaan UKS/UKGS dan pembinaan kebersihan lingkungan kepada dokter kecilbdan guru UKS,
Membantu melaksanakan kegiatan imunisasi anak sekolah (BIAS) bersama petugas lainnya,
Membuat pencatatan dan pelaporan UKS/UKGS.
25. TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS GIGI
Bertanggung jawab atas kegiatan Kesehatan Gigi dan Mulut di lapangan melalui UKS, UKGS/UKGMD, Posyandu dll,
Membantu pelaksanaan pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas,
Membantu pencatatan dan pelaporan kegiatan kesehatan Gigi dan Mulut,
Membantu pengumpulan, pengolahan, penyajian dan kesehatan Gigi dan Mulut,
Melaksanakan kegiatan penyuluhan Kesehatan Gigi dan
26. TUGAS POKOK DAN FUNGSI KOORDINATOR SP2TP
Mengkoodinir seluruh laporan puskesmas dan melaporkannya ke Dinas Kesehatan atau Dinas terkait lainnya,
Membantu membina petugas puskesmas dalam pelaksanaan SIMPUS,
Membantu kepala Puskesmas dalam pengelolaan data (pengumpulan, pengolahan dan penyajian data),
Membantu Kepala Puskesmas dalam menyususn Laporan Tahunan dan Profil Puskesmas,
Melaksanakan koordinasi dengan lintas sektoral terkait dalam pengumpulan data kesehatan dan data kpendudukan serta data lain yang terkait dengan program kesehatan,
Memelihara dan mengembangkan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan dalam pengelolaan data,
Membantu petugas dalam pengelolaan data di unit masing-masing.
27. TUGAS POKOK DAN FUNGSI PENGELOLA / BENDAHARA BARANG
Menerima dan mencatat barang-barang/alat medis dan non medis yang dikirim ke
Melaksanakan pencatatan keluar masuknya barang pada buku inventaris barang/alat medis dan non
Membuat laporan inventaris barang/alat medis dan non
Memonitor penggunaan barang/alat dan melaporkan kondisi/keadaan alat
Membuat RKBU (Rencana Kebutuhan Buku Unit).
Membuat Kartu Inventaris Ruang (KIR) dan memasangnya disetiap
28. TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS KEGIATAN PENDUKUNG LAINNYA
Penanggung jawab kebersihan
Melaksanakan pembersihan lantai dan mebeulair/alat.
Mengontrol dan mengunci ruangan bila kegiatan dalam gedung sudah
Penanggung jawab kebersihan halaman dan sekitarnya, serta kamar mandi/WC.
Membantu membersihkan
Bertanggung jawab atas pemeliharaan/kebersihan tempat tidur/bed periksa, kasur, bantal, guling, sprei, sarung bantal/guling, taplak meja dan korden di seluruh ruangan di Puskesmas.
Menyediakan minuman bagi karyawan, bertanggung jawab atas kebersihan dan pemeliharaan dapur dan alat-alat dapur.
29. TUGAS POKOK DAN FUNGSI KOORDINATOR IMMUNISASI
Mengkoordinir kegiatan imunisasi di Puskesmas dan
Bertanggung jawab atas pemeliharaan vaksin/cold
Merencanakan kebutuhan vaksin dan logistik
Memonitor suhu lemari
Membuat laporan kegiatan
30. TUGAS POKOK DAN FUNGSI KOORDINATOR KESWA
Mengkoordinir kegiatan
Melaksanakan pencatatan dan pelaporan kegiatan
Melakukan koordinasi dengan lintas program dan lintas sektoral dalam penanganan kesehatan jiwa.
Melakukan skrining dan konseling penderita sakit jiwa dibantu petugas yang
31. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS KESEHATAN LANSIA
Mengkoordinir kegiatan Kesehatan Lansia melalui Posyandu lansia dan kegiatan
Membina dan memantau kegiatan Posyandu
Melakukan skrining dan konseling lansia, dibantu petugas
Membuat prencanaan kegiatan kesehatan
Pencatatan dan pelaporan kegiatan kesehatan
32. TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS KB
Membina unit KB dalam pelaksanaan Quality
Bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pengamanan alat medis dan non medis KB.
Melaksanakan pelayanan
Membantu pencatatan dan pelaporan
Membantu penataan/kebersihan ruangan KIA/KB.
33. TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEPALA TATA USAHA
Mengelola dan menyiapkan data dan urusan
Mengelola surat masuk dan surat kabar.
Merekap dan melaporkan SP3
Koordinasi dengan lintas program untuk mengarsipkan data program dan inventarisasi
Ikut serta dalam penataan keuangan
Menyusun jadwal kegiatan Puskesmas dan ikut merumuskan perencanaan Puskesmas satu tahun