TUJUAN
Pedoman mutu ini disusun sebagai acuan bagi Puskesmas Kedungwuni I dalam membangun sistem manajemen mutu baik untuk penyelenggaraan Administrasi Manajemen, Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) maupun Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM). Tujuannya adalah menjadi acuan bagi peningkatan mutu dan kinerja seluruh aktifitas pelayanan yang dilaksanakan di Puskesmas Kedungwuni I sehingga pada akhirnya menghasilkan pelayanan yang bermutu dan terukur.
LANDASAN HUKUM DAN ACUAN
Landasan hukum yang digunakan dalam menyusun pedoman mutu ini adalah
Acuan yang digunakan dalam menyusun pedoman mutu ini adalah :
KOMITMEN
Kami segenap karyawan Puskesmas Kedungwuni I dalam meningkatkan kepuasan pelanggan berkomitmen :
Jumat, 8 Juli 2022
Keadaan ekonomi disuatu daerah dapat diketahui dengan menggunakan indikator angka beban tanggungan atau dependency ratio. Dependency Ratio yang selanjutnya disingkat DR adalah perbandingan jumlah penduduk usia non produktif (0-14 dan 65+ tahun) dengan jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun). Semakin tinggi DR menggambarkan semakin berat beban yang ditanggung oleh penduduk usia produktif karena harus mengeluarkan sebagian pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan penduduk usia non produktif atau belum produktif.
Terdapat penurunan Angka beban tanggungan di Puskesmas Kedungwuni I, yang tadinya pada tahun 2020 sebesar 38%, kini menjadi 37%. Artinya setiap 100 penduduk usia produktif menanggung 37 penduduk usia non produktif atau belum produktif. Angka ini masih tergolong rendah. DR merupakan unsur penting yang dapat menunjukan keadaan ekonomi suatu wilayah maju atau tidak. Ketika DR tinggi maka pertumbuhan ekonomi terganggu atau penghasilan masyarakat rendah. Sebaliknya apabila DR rendah maka dapat memicu pertumbuhan ekonomi yang tinggi, karena sebagian besar
Jumat, 8 Juli 2022
Jumlah Penduduk wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni I pada tahun 2021 (Data Kecamatan dalam angka 2021) sebesar 60.904 jiwa, dengan luas wilayah sekitar 14,26 Km2, maka rata-rata kepadatan penduduk di wilayah Puskesmas Kedungwuni I adalah sebesar 42,71 jiwa/km2. Kelurahan yang terpadat penduduknya adalah Kelurahan Kedungwuni Timur jumlah penduduknya sebanyak 16.179 jiwa dengan luas wilayah seluas 2,50 km2 .
Puskesmas Kedungwuni I masuk dalam wilayah Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni I meliputi sebagian wilayah Kecamatan Kedungwuni, yang terletak tepatnya pada posisi : 109’ 37 35” – 109’ 40 35” Bujur Timur, 6’ 56 7” – 7’ 0 27” Lintang Selatan dengan ketinggian 8 Meter diatas permukaan laut.
Batas–batas administratif Puskesmas Kedungwuni I adalah sebagai berikut :
Jarak dari Puskesmas ke beberapa tempat sekitarnya :
Luas wilayah Puskesmas Kedungwuni I adalah sekitar 1426 Ha, yang termasuk luas sawah didalamnya sebesar 471.93 Ha. Wilayah kerja terdiri dari 11 desa/kelurahan yang meliputi 9 desa dan 2 kelurahan. Menurut Topografi desa terdapat 1 desa berada didataran sedang dan 10 desa berada didataran rendah, akan tetapi semua desa/kelurahan dapat diakses dengan mudah menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dan hampir sebagian besar desa/kelurahan diwilayah Puskesmas Kedungwuni I dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan umum. Jangkauan pelayanan Puskesmas ke desa terjauh kurang lebih 30 menit menggunakan kendaraan dengan jarak tempuh sekitar 12 Km.
Tabel
|
Desa/Kelurahan |
Luas Daerah Km 2 |
L |
P |
Jumlah |
Kepadatan Penduduk Per Km 2 |
|
Rowocacing |
0,69 |
1.083 |
1.036 |
2.119 |
3,071 |
|
Langkap |
1,35 |
1.602 |
1.526 |
3.128 |
2,371 |
|
Pajomblangan |
0,99 |
1.466 |
1.466 |
2.932 |
2,962 |
|
Tosaran |
0,84 |
1.248 |
1.211 |
2.454 |
2,927 |
|
Pakisputih |
1,00 |
2.284 |
2.180 |
4.464 |
4,464 |
|
Podo |
0,70 |
2.702 |
2.639 |
5.341 |
7,630 |
|
Kwayangan |
1,56 |
2.018 |
1.932 |
3.950 |
2,532 |
|
Proto |
0,80 |
1.479 |
1.458 |
2.937 |
3,671 |
|
Salakbrojo |
1,36 |
2.082 |
1.978 |
4.060 |
2,985 |
|
Kedungwuni Barat |
2,47 |
6.829 |
6.506 |
13.335 |
5,399 |
|
Kedungwuni Timur |
2,50 |
8.154 |
8.025 |
16.179 |
6,472 |
|
Jumlah |
14,26 |
30.947 |
29.957 |
60.904 |
42,71 |
Sumber : Kecamatan Kedungwuni dalam angka 2021
Jumlah Penduduk Per Desa/Kelurahan Menurut Jenis Kelamin
|
Desa/Kelurahan |
Laki-Laki |
Perempuan |
Jumlah |
|
Rowocacing |
1.083 |
1.036 |
2.119 |
|
Langkap |
1.602 |
1.526 |
3.128 |
Sumber: Kecamatan Kedungwuni dalam angka 2021
Komposisi Penduduk Menurut Kelompok Umur
Struktur/komposisi penduduk kecamatan Kedungwuni menurut golongan umur dan jenis kelamin menunjukkan bahwa penduduk laki-laki terbesar berada pada usia 25-29 yaitu sebesar 2.829 jiwa. Sedangkan untuk jumlah penduduk jenis kelamin perempuan berada pada usia 30-34 yaitu sebesar 2.436 jiwa. Sedangkan jumlah penduduk paling sedikit dengan jenis kelamin laki laki yaitu pada usia 65-69 sebesar 820, dan jenis kelamin perempuan juga pada usia 65-69 sebesar 835 jiwa.
Jumat, 8 Juli 2022
|
NO |
DESA/KELURAHAN |
LUAS WILAYAH (KM²) |
|
1 |
Desa Rowocacing |
0,69 |
|
2 |
Desa Langkap |
1,35 |
|
3 |
Desa Pajomblangan |
Sumber : Data Monografi Desa
Jumat, 8 Juli 2022
|
Judul Indikator |
: |
CAKUPAN DESA / KELURAHAN AKTIF DENGAN STRATA MANDIRI |
|
Dasar Pemikiran |
: |
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 564/MENKES/SK/VIII/2006, tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa siaga |
|
Dimensi Mutu |
: |
Efektif Efisien dan terintegrasi |
|
Tujuan |
: |
Terwujudnya masyarakat desa yang sehat, peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya |
|
Definisi Operasional |
: |
Desa siaga merupakan desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri. Desa siaga adalah suatu konsep peran serta dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa, disertai dengan pengembangan kesiagaan dan kesiapan masyarakat untuk memelihara kesehatannya secara mandiri. Desa siaga strata mandiri FKD berjalan setiap bulan, Kader kesehatan 9 orang atau lebih, ada posyandu dan 4 UKBM lain yang aktif dan ada dana yang bersumber dari desa. |
|
Jenis Indikator |
: |
Proses |
|
Satuan Pengukuran |
: |
Persentase |
|
Numerator |
: |
Jumlah Desa siaga Aktif Mandiri di wilayah Kerja Puskesmas Kedungwuni 1 |
|
Denominator |
: |
Seluruh Jumlah Desa Siaga Aktif di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni 1 |
|
Target Pencapaian |
: |
80 % |
|
Kriteria |
: |
Inklusi : Jumlah seluruh desa siaga aktif di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni 1 Eksklusi : tidak ada |
|
Formula |
: |
Numrator/ Denominator x 100 % |
|
Metode Pengumpulan Data |
: |
Rekapitulasi Indikator strata Desa Siaga Aktif |
|
Sumber Data |
: |
Checklist Indikator Strata Desa Siaga Aktif |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
: |
Kuosioner Strara Desa Siaga Aktif |
|
Besar Sampel |
: |
Total Sampling |
|
Cara Pengambilan Sampel |
: |
Total Sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
: |
1 tahun sekali |
|
Penyajian Data |
: |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
: |
Tahunan |
|
Penanggung Jawab |
: |
Penyuluh Kesehatan Masyarakat/ Promkes |
|
Judul Indikator |
: |
CAKUPAN POSYANDU MANDIRI |
|
Dasar Pemikiran |
: |
Inmendagri no 9 tahun 2000 tentang peningkatan pembinaan mutu posyandu Uu no 23 tentang Kesehatan Surat Edaran Mendagri Nomor 411.3/1116/SJ/ tahun 2001 tentang Revitalisasi Posyandu |
|
Dimensi Mutu |
: |
Efektif, Efisien, Keselamatan |
|
Tujuan |
: |
Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita |
|
Judul Indikator |
: |
CAKUPAN TTU ( TEMPAT-TEMPAT UMUM ) |
|
Dasar Pemikiran |
: |
PP nomor 66 tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan Permenkes No 32 tahun 2017 tentang standar baku mutu Kesehatan Lingkungan. |
|
Dimensi Mutu |
: |
Safety / Keselamatan |
|
Tujuan |
: |
Mengetahui peningkatan TTU yang memenuhi syarat kesehatan |
|
Judul Indikator |
: |
CAKUPAN JAMBAN SEHAT |
|
Dasar Pemikiran |
: |
Permenkes no 3 tahun 2014 tentang Sanitasi total Berbasis Masyarakat ( STBM ) Keputusan Menteri Kesehatan no 852/menkes/ SK/IX/2008 tentang strategi nasional STBM |
|
Dimensi Mutu |
: |
Safety, Efektif dan Efisien |
|
Tujuan |
: |
Menjaga lingkungan bersih, sehat dan tidak berbau. Tidak mencemari sumber air yang ada disekitarnya. Tidak mengundang datangnya lalat atau serangga yang dapat menjadi penular penyakit diare, kolera disentri, thypus, kecacingan, penyakit saluran pencernaan, penyakit kulit dan keracunan. |
|
Judul Indikator |
: |
CAKUPAN KESEHATAN KERJA |
|
Dasar Pemikiran |
: |
UU nomor 1 tahun 1978 tentang pembentukan Pos UKK Kepmenkes no 128 tentang kebijakan dasar Puskesmas Permenaker no 1758 tahun 2003 tentang standar pelayanan kesehatan dasar |
|
Dimensi Mutu |
: |
Safety, efektif dan efisien |
|
Tujuan |
: |
· Melindungi pekerja dari penyakit akibat kerja dan |
Jumat, 8 Juli 2022
|
No. |
Komponen |
Uraian |
|
1. |
Persyaratan |
1. Pengaduan melalui kotak saran, sms, WA, Telepon, media social 2. Identitas pengaduan (nama lengkap, alamat lengkap) |
|
2. |
Sistem, Mekanisme, Prosedur |
1. Petugas membuka kotak saran, sms, WA, media sosial 2. Petugas mencatat data pelaporan yang masuk (Nama, alamat, isi keluhan pada buku register pengaduan) 3. Petugas melaporkan keluhan kepada tim kepuasan pelanggan 4. Semua jawaban yang telah disampaikan dicatat di buku register pengaduan |
|
3. |
Jangka Waktu Penyelesaian |
6 hari kerja, tergantung berat ringanya aduan |
|
4. |
Biaya/tarif |
Umum : Perbup No. 51 tahun 2021 dan perbup No.68 Tahun 2021 JKN : Permenkes No. 59 tahun 2014 |
|
5. |
Produk Layanan |
Penanganan pengaduan masyarakat |
|
6. |
Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan |
2. Telepon : (0285) 4482559 3. SMS/WA Pengaduan : 085727444437 4. Kotak saran |
|
7. |
Dasar Hukum |
Permenkes RI no. 13 tahun 2017 tentang penanganan pengaduan masyarakat terpadu di lingkungan kementrian kesehatan |
|
8. |
Sarpras/Fasilitas |
1. Kotak saran 2. Email 3. Telepon 4. Sosial media 5. Buku register pengaduan |
|
9. |
Kompetensi pelaksana |
Berkompeten dalam bidang IT |
|
10. |
Pengawasan Internal |
Kepala puskesmas melakukan pengawasan secara periodic melalui rapat evaluasi |
|
11. |
Jumlah Pelaksana |
5 orang |
|
12. |
Jaminan Pelayanan |
1. Motto Puskesmas 2. Visi dan misi puskesmas |
|
13. |
Jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan |
1. Personil yang kompeten 2. Kerahasiaan terjamin |
|
14. |
Evaluasi kinerja pelayanan |
Survey kepuasan pelanggan secara rutin dan berkelanjutan setiap 6 bulan sekali, sebagai upaya perbaikan dan peningkatan pelayanan. |
Kamis, 7 Juli 2022
|
No. |
Komponen |
Uraian |
|
1. |
Persyaratan |
1. Pasien umum 2. Lembar resep beserta tindakan |
|
2. |
Sistem, Mekanisme, Prosedur |
1. Pasien rawat jalan a. Pasien atau keluarga mendatangi petugas kasir sambil menyerahkan bukti tindakan dan resep b. Pengecekan biling oleh petugas kasir c. Penyelesaian administrasi d. Pasien menerima kwitansi 2. PONED/ rawat inap ibu bersalin a. Keluarga atau penanggung jawab pasien menyelesaikan administrasi pada petugas poned/ bidan b. Petugas poned yang berjaga, menyerahkan ke petugas kasir pada pagi harinya. |
|
3. |
Jangka Waktu Penyelesaian |
Maksimal 10 menit per pasien |
|
4. |
Biaya/tarif |
Umum : Perbup No. 51 tahun 2021 dan perbup No.68 Tahun 2021 JKN : Permenkes No. 59 tahun 2014 |
|
5. |
Produk Layanan |
Pelayanan kasir |
|
6. |
Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan |
2. Telepon : (0285) 4482559 3. SMS/WA Pengaduan : 085727444437 |
|
7. |
Dasar Hukum |
1. UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan 2. Permenkes RI No.75 tahun 2014 tentang puskesmas 3. Permenkes No. 59 Tahun 2014 tentang standar tarif JKN |
|
8. |
Sarpras/Fasilitas |
1. ATK 2. Komputer dan jaringanya 3. Ruangan dan kelengkapanya |
|
9. |
Kompetensi pelaksana |
Minimal lulusan SMA yang sudah diberi orientasi tentang ketugasan di kasir |
|
10. |
Pengawasan Internal |
Kepala puskesmas melakukan pengawasan secara periodic melalui rapat evaluasi |
|
11. |
Jumlah Pelaksana |
Petugas kasir 1 orang |
|
12. |
Jaminan Pelayanan |
Pelayanan yang diberikan secara cepat, aman, dan dapat dipertanggung jawabkan |
|
13. |
Jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan |
Informasi tentang rekam medis pasien dijamin kerahasiaanya |
|
14. |
Evaluasi kinerja pelayanan |
Evaluasi dilakukan melalui mini loka karya bulanan puskesmas |
Kamis, 7 Juli 2022
|
No. |
Komponen |
Uraian |
|
1. |
Persyaratan |
Lembar keterangan hasil pemeriksaan disertai permohonan pembuatan surat keterangan sehat, sakit, serta rujukan |
|
2. |
Sistem, Mekanisme, Prosedur |
1. Permohonan Surat Keterangan Sehat / Sakit : Pemohon datang untuk mendaftarkan identitasnya dan dilakukan pemeriksaan kesehatan di poli umum. Hasil pemeriksaan kemudian ditulis di lembar permohonan pembuatan surat ket sehat/ sakit, kemudian akan dibuatkan surat di bagian administrasi 2. Permohonan rujukan BPJS : Pemohon datang dengan membawa surat pengantar dari poli pemeriksaan kemudian diproses dan diberikan surat rujukan BPJS ke rumah sakit yang dituju. |
|
3. |
Jangka Waktu Penyelesaian |
1. Pembuatan surat keterangan sehat / sakit : 5-10 menit 2. Pembuatan rujukan BPJS : 5-10 menit |
|
4. |
Biaya/tarif |
Umum : Perbup No. 51 tahun 2021 dan perbup No.68 Tahun 2021 JKN : Permenkes No. 59 tahun 2014 |
|
5. |
Produk Layanan |
1. Pelayanan administratif berupa Permohonan Surat Keterangan Sehat dan Sakit beserta legalisir 2. Pelayanan administratif berupa surat rujukan BPJS |
|
6. |
Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan |
2. Telepon : (0285) 4482559 3. SMS/WA Pengaduan : 085727444437 4. Kotak Saran |
|
7. |
Dasar Hukum |
1. UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan 2. Permenkes RI No.75 tahun 2014 tentang puskesmas 3. PMK No. 31 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Puskesmas |
|
8. |
Sarpras/Fasilitas |
1. Komputer 2. Printer 3. Meja 4. Amplop 5. Stempel |
|
9. |
Kompetensi pelaksana |
Petugas administrasi yang dapat mengoperasikan komputer dan aplikasi p-Care dan E-pus |
|
10. |
Pengawasan Internal |
Kepala Puskesmas melakukan pengawasan secara periodik melalui rapat evaluasi (setiap bulannya) dan rapat sewaktu-waktu dalam keadaan yang dianggap penting |
|
11. |
Jumlah Pelaksana |
Petugas administrasi : 1 orang |
|
12. |
Jaminan Pelayanan |
1. Pasien dilayani oleh admin sesuai dengan kompetensinya 2. Admin melakukan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan dan prosedur tetap 3. Dilayani oleh petugas yang memiliki sikap ramah, teliti, cekatan/responsif |
|
13. |
Jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan |
1. Informasi pasien dijamin kerahasiaanya 2. Petugas yang kompeten |
|
14. |
Evaluasi kinerja pelayanan |
Evaluasi dilakukan melalui mini loka karya bulanan puskesmas |
Kamis, 7 Juli 2022
|
No. |
Komponen |
Uraian |
|
1. |
Persyaratan |
Lembar resep/permintaan obat dari unit pelayanan |
|
2. |
Sistem, Mekanisme, Prosedur |
1. Pasien menyerahkan lembar resep/permintaan obat ke kotak/tempat khusus. Khusus pasien umum, pasien menyelesaikan pembayaran di kasir terlebih dahulu. 2. Pasien menunggu 3. Skrining resep oleh petugas 4. Peracikan obat 5. Pemanggilan nama pasien dan identifikasi ulang pasien (riwayat alergi obat) 6. Pemberian obat disertai penjelasan pemakaian obat kepada pasien |
|
3. |
Jangka Waktu Penyelesaian |
1. Resep racikan : maksimal 15 menit 2. Resep non-racikan : 5-10 menit |
|
4. |
Biaya/tarif |
Umum : Perbup No. 51 tahun 2021 dan perbup No.68 Tahun 2021 JKN : Permenkes No. 59 tahun 2014 |
|
5. |
Produk Layanan |
Pelayanan obat |
|
6. |
Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan |
2. Telepon : (0285) 4482559 3. SMS/WA Pengaduan : 085727444437 4. Kotak Saran |
|
7. |
Dasar Hukum |
1. UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan 2. Permenkes RI No.75 tahun 2014 tentang puskesmas 3. Peraturan pemerintah RI Nomor 51 Tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian 4. Permenkes Nomor 30 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 906) |
|
8. |
Sarpras/Fasilitas |
1. Meja 2. Kursi 3. Komputer 4. Gudang penyimpanan obat 5. Blender racikan obat 6. Plastik obat dan e-tiket 7. Obat-obatan sesuai yang tersedia (tablet, kapsul, sirup, bedak, salep, tetes mata/telinga, suppo, ampul, cairan IV) 8. Dispenser 9. Kertas perkemen (puyer) |
|
9. |
Kompetensi pelaksana |
1. Apoteker yang memiliki ijin praktek 2. Asisten Apoteker yang memiliki surat tanda registrasi dan sesuai dengan kewenanganya 3. Mengetahui standar operasional prosedur |
|
10. |
Pengawasan Internal |
Kepala Puskesmas melakukan pengawasan secara periodik melalui rapat evaluasi (setiap bulannya) dan rapat sewaktu-waktu dalam keadaan yang dianggap penting |
|
11. |
Jumlah Pelaksana |
Apoteker : 1 orang Asisten apoteker : 1 orang Dan staff pembantu |
|
12. |
Jaminan Pelayanan |
1. Pasien dilayani oleh tenaga kesehatan sesuai dengan kompetensinya 2. Pelayanan obat dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur 3. Dilayani oleh petugas yang memiliki sikap ramah, teliti, cekatan/responsif |
|
13. |
Jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan |
1. Informasi tentang rekam medis pasien dijamin kerahasiaanya 2. Peralatan medis yang digunakan sesuai standar 3. Petugas yang kompeten 4. Bahan yang digunakan dijamin masa berlakunya (Tidak kadaluarsa) |
|
14. |
Evaluasi kinerja pelayanan |
Evaluasi dilakukan melalui mini loka karya bulanan puskesmas |
Kamis, 7 Juli 2022
Pajomblangan
|
1.466 |
|
1.466 |
|
2.932 |
|
Tosaran |
1.248 |
1.211 |
2.454 |
|
Pakisputih |
2.284 |
2.180 |
4.464 |
|
Podo |
2.702 |
2.639 |
5.341 |
|
Kwayangan |
2.018 |
1.932 |
3.950 |
|
Proto |
1.479 |
1.458 |
2.937 |
|
Salakbrojo |
2.082 |
1.978 |
4.060 |
|
Kedungwuni Barat |
6.829 |
6.506 |
13.335 |
|
Kedungwuni Timur |
8.154 |
8.025 |
16.179 |
|
Jumlah |
30.947 |
29.957 |
60.904 |
0,99
|
4 |
Desa Tosaran |
0,84 |
|
5 |
Desa Pakisputih |
1,00 |
|
6 |
Desa Podo |
0,70 |
|
7 |
Desa Kwayangan |
1,56 |
|
8 |
Desa Proto |
0,80 |
|
9 |
Desa Salakbrojo |
1,36 |
|
10 |
Kel. Kedungwuni Timur |
2,50 |
|
11 |
Kel. Kedungwuni Barat |
2,47 |
|
Definisi Operasional |
: |
Posyandu Merupakan salah salah satu satu bentuk bentuk UKBM yang di di kelola dan didiselenggarakan dari,oleh untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangun , guna memberdayakan nmasyarakat dan memberikan kemudahan dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi Posyandu Mandiri : Posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun, dengan rata-rata jumlah kader sebanyak lima orang atau lebih, cakupan kelima kegiatan utamanya lebih dari 50%, mampu menyelenggarakan kegiatan pengembangan /program tambahan, serta telah memperoleh dana sehat yang berasal dari swadaya masyarakat dan kelompok usaha bersama (usaha dikelola oleh masyarakat) yang dipergunakan untuk upaya kesehatan di Posyandu. |
|
Jenis Indikator |
: |
Proses |
|
Satuan Pengukuran |
: |
Persentase |
|
Numerator |
: |
Jumlah Posyandu yang strata mandiri di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni 1 |
|
Denominator |
: |
Jumlah seluruh posyandu yang ada di wilayah kerja puskesmas kedun gwuni 1 |
|
Target Pencapaian |
: |
80 % |
|
Kriteria |
: |
Inkulsi : seluruh jumlah posyandu yang ada di wilayah Puskesmas kedungwuni 1 Ekslkusi : Tidak ada |
|
Formula |
: |
Numerator / Denominator x 100 % |
|
Metode Pengumpulan Data |
: |
Rekapitulasi Indikator strata Posyandu |
|
Sumber Data |
: |
Kuosioner Strata Posyandu |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
: |
Kousioner |
|
Besar Sampel |
: |
Total sampling |
|
Cara Pengambilan Sampel |
: |
Total sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
: |
1 tahun sekali |
|
Penyajian Data |
: |
tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
: |
Tahunan |
|
Penanggung Jawab |
: |
Promkes |
|
Definisi Operasional |
|
: |
|
Kegiatan pengawasan terhadap TTU sebagai upaya pencegahan terjadinya penularan penyakit di TTU |
|
Jenis Indikator |
: |
Input |
|
Satuan Pengukuran |
: |
Persentase |
|
Numerator |
: |
Jumlah TTU yang diperiksa |
|
Denominator |
: |
Jumlah TTU yang ada di wilayah Puskesmas |
|
Target Pencapaian |
: |
80 % |
|
Kriteria |
: |
Inklusi : Tempat – tempat umum yang ada di wilayah kerja puskesmas Kedungwuni 1 Eksklusi : tidak ada |
|
Formula |
: |
Numerator/ Denominator x 100 % |
|
Metode Pengumpulan Data |
: |
Rekap data dari hasil Inspeksi sanitasi tempat – tempat umum |
|
Sumber Data |
: |
Cheklist Inspeksi Sanitasi |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
: |
Kuosioner |
|
Besar Sampel |
: |
Random Sampling |
|
Cara Pengambilan Sampel |
: |
Random sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
: |
Bulanan |
|
Penyajian Data |
: |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
: |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
: |
Penanggung jawab Program Kesling |
|
Definisi Operasional |
: |
Jamban tidak mencemari sumber air, tidak mencemari tanah disekitarnya, tidak berbau, tidak dapat dijangkau oleh serangga, mudah dibersihkan, penerangan yang cukup, lantai kedap air, ventilasi yang baik dan dilengkapi dinding dan atap pelindung. |
|
Jenis Indikator |
: |
Proses |
|
Satuan Pengukuran |
: |
Persentase |
|
Numerator |
: |
Jumlah Rumah tangga yang mempunyai jamban sehat di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni 1 |
|
Denominator |
: |
Jumlah seluruh rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni 1 |
|
Target Pencapaian |
: |
85 % |
|
Kriteria |
: |
Inklusi : Jumlah rumah tangga yang mempunyai jamban sehat Eksklusi : tidak ada |
|
Formula |
: |
Numerator/ Denominator x 100 % |
|
Metode Pengumpulan Data |
: |
Rekapitulasi Checklist Inspeksi Sanitasi Rumah tangga |
|
Sumber Data |
: |
Checklist Inspeksi sanitasi |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
: |
Kuosioner |
|
Besar Sampel |
: |
Random Sampling |
|
Cara Pengambilan Sampel |
: |
Random Sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
: |
6 bulan sekali |
|
Penyajian Data |
: |
Tabel dan grafik |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
: |
Tahunan |
|
Penanggung Jawab |
: |
Penanggung Jawab program Kesling |
· Untuk memberikan pelayanan kesehatan pada pekerja
|
Definisi Operasional |
: |
Kesehatan kerja adalah suatu layanan untuk peningkatan dan pemeliharaan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi pekerja di semua jabatan, pencegahan penyimpangan kesehatan yang disebabkan oleh kondisi pekerjaan, perlindungan kerja dari risiko akibat yang merugikan kesehatan, penempatan dan pemeliharaan pekerja dalam suatu lingkaran kerja yang merupakan adaptasi antara pekerjaan dengan manusia, dan manusia dengan jabatannya Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) ialah bentuk pemberdayaan masyarakat di kelompok pekerja informal utamanya di dalam upaya promotif, preventif untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerja. |
|
Jenis Indikator |
: |
Proses |
|
Satuan Pengukuran |
: |
Persentase |
|
Numerator |
: |
Jumlah Pos Kesehatan Kerja yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni 1 |
|
Denominator |
: |
Jumlah jenis usaha kerja yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni 1 |
|
Target Pencapaian |
: |
100 % |
|
Kriteria |
: |
Inkusi : jumlah jenis usaha yang ada di wilayah kerja puskesmaa Kedungwuni 1 Eksklusi : tidak ada |
|
Formula |
: |
Numerator/ Denominator x 100% |
|
Metode Pengumpulan Data |
: |
Form tanya jawab kepada pos usaha kesehatan kerja |
|
Sumber Data |
: |
Kuosioner pos UKK |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
: |
Kuosioner |
|
Besar Sampel |
: |
Cluster sampling |
|
Cara Pengambilan Sampel |
: |
Cluster Sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
: |
Tahunan |
|
Penyajian Data |
: |
Tabel dan grafik |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
: |
Tahunan |
|
Penanggung Jawab |
: |
Penanggung jawab program Kesehatan kerja |