|
Judul Indikator |
: Waktu tunggu pelayanan obat non racikan 10 menit perpasien |
|
Dasar Pemikiran |
:Standar Pelayanan Minimal (SPM) |
|
Dimensi Mutu |
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi |
|
Tujuan |
:Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi |
|
Definisi Operasional |
Waktu tunggu pelayanan obat non racikan adalah tenggang waktu mulai resep diterima di apotik sampai dengan pasien menerima obat jadi |
Kamis, 7 Juli 2022
Kamis, 7 Juli 2022
Surveilans Kesehatan Masyarakat dapat didefinisikan sebagai upaya rutin dalam pengumpulan, analisis dan diseminasi data yang relevan yang diperlukan untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan masyarakat.
Sedangkan Epidemiologi didefinisikan sebagai studi sistematis yang dilakukan untuk mempelajari fakta-fakta yang berperan atau mempengaruhi kejadian dan perjalanan suatu penyakit atau kondisi tertentu yang menimpa masyarakat. Oleh karena itu untuk memberantas suatu penyakit menular diperlukan pengetahuan tentang Epidemiologi penyakti tersebut serta tersedianya data surveilans yang dapat dipercaya yan berkaitan dengan kejadian penyakit tersebut.
Pelaporan Penyakit Menular hanya salah satu bagian saja namun yang paling penting dari suatu system surveilans kesehatan masyarakat.
Bertambahnya jumlah penduduk dan "overcrowding" mempercepat terjadinya penularan penyakit dari orang ke orang. Faktor pertumbuhan dan mobilitas penduduk ini juga memperngaruhi perubahan gambaran Epidemiologis serta virulensi dari penyakit menular tertentu.
[Gambar]
Perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah baru yang mempunyai ekologi lain membawa konsekuensi orang-orang yang pindah tersebut mengalami kontak dengan agen penyakit tertentu yang dapat menimbulkan masalah penyakit baru.
Apapun jenis penyakitnya, apakah dia penyakit yang sangat prevalens di suatu wilayah ataukah penyakit yang baru muncul ataupun penyakit yang digunakan dalam bioteririsme, yang paliang penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan adalah mengenal dan mengidentifikasinnya sedini mungkin.
Untuk mencapai tujuan tersebut maka system surveilans yang tertata rapi sangat diperlukan.
CDC Atlanta telah mengembangkan rencana strategis untuk mengatasi masalah-masalah yang muncul termasuk mengembangkan jaringan susrveilans sentinel, pengembangan pusat-pusat surveilans berbasis masyarakat dan berbagai proyek yang melengkapi kegiatan surveilans.Sebagai tambahan, Journal baru yang berjudul Emerging Infectious Diseases telah diterbitkan. CDC dengan WHO telah pula melakukan kerjasama tukar menukar informasi melalui media elektronika sejak tahun 1990 an.Bagaimanapun juga deteksi dini terhadap suatu kejadian penyakit menular sangat tergantung kepada kejelian para petugas kesehatan yang berada di ujung tombak untuk mengenali kejadian kesehatan yang tidak biasa secara dini.Dokter atau tenaga kesehatan yang menemukan yang aneh di lapangan punya kewajiban untuk melaporkan kepada otoritas kesehatan yang lebih tinggi agar dapat dilakukan tindakan yang semestinya.Sistem pelaporan pasif punya kelemahan karena sering tidak lengkap dan tidak akurat terutama untuk penyakit-penyakit yang prevalen. Sistem pelaporan pasif ini perlu didorong setiap saat agar bias didapatkan laporan yang lebih lengkap dan tepat waktu teurtama untuk penyakit-penyakit menular yang mempunyai dampak kesehatan masyarakat yang luas termasuk penyakit-penyakit yang mungkin dipakai untuk melakukan bioterorisme.Dengan segala kelemahan yang dimilikinya system pelaporan menular tetap merupakan garis terdepan dari Sistem Kewaspadaan Dini kita dalam upaya mencegah dan memberantas penyakit menular. Oleh karena itu setiap petugas kesehatan tahu dan sadar akan pentingnya melaporkan kejadian penyakit menular, cara-cara pelaporan dan manfat dari pelaporan ini.
Masa remaja sebagai usia di mana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi di bawah tingkat orang yang lebih tua melainkan dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak. Menurut Jersild (dalam Hidayat, 1977) dalam bukunya “The Psychology of Adolescence” menyatakan bahwa masa remaja adalah masa dimana pribadi manusia berubah dari kanak-kanak menuju ke arah pribadi orang dewasa.
Pada periode ini, idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalah-masalah yang kompleks dan abstrak. Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat atau hasilnya. Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembang sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi.
Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak. Pada masa ini mood (suasana hati) bisa berubah dengan sangat cepat. Hasil penelitian di Chicago oleh Mihalyi Csikszentmihalyi dan Reed Larson (1984) menemukan bahwa remaja rata-rata memerlukan hanya 45 menit untuk berubah dari mood “senang luar biasa” ke “sedih luar biasa”, sementara orang dewasa memerlukan beberapa jam untuk hal yang sama.
[Gambar]
Perubahan mood (swing) yang drastis pada para remaja ini seringkali dikarenakan beban pekerjaan rumah, pekerjaan sekolah, atau kegiatan sehari-hari di rumah. Meski mood remaja yang mudah berubah-ubah dengan cepat, hal tersebut belum tentu merupakan gejala atau masalah psikologis.
Pada masa ini, terjadi perubahan yang besar pada remaja, yaitu meningkatnya hormon seksualitas dan mulai berkembangnya organ-organ seksual serta organ-organ reproduksi remaja. Di samping itu, perkembangan intelektualitas yang sangat pesat juga terjadi pada fase ini. Akibatnya, remaja-remaja ini cenderung bersikap suka mengkritik ( karena merasa tahu segalanya ), yang sering diwujudkan dalam bentuk pembangkangan ataupun pembantahan terhadap orang tua, mulai menyukai orang dewasa yang dianggapnya baik, cenderung lebih berani mengutarakan keinginan hatinya, lebih berani mengemukakan pendapatnya, bahkan akan mempertahankan pendapatnya sekuat mungkin. Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja.
Samakah Flex Paru dengan TBC Paru Banyak sekali anak-anak yang divonis sebagai ΄flek paru΄ dan harus menjalani ΄hukuman΄ minum obat jangka lama, paling tidak hingga 6 bulan. Jika ditanyakan kepada orangtuanya apa yang dimaksud flek paru ? Biasanya orang tua pasien tidak tahu, Bila ditanya lebih lanjut apakah anaknya mendapat obat yang membuat air seninya berwarna merah ? Jika jawabnya "Ya" kemungkinan besar yang dimaksudkan sebagal ΄flek paru΄ adalah Tuberkulosis / Tbc paru atau saat ini disebut TB saja. Mengapa dokter tidak menyatakan sebagai TB ? Sebagian kalangan di masyarakat beranggapan bahwa TB bukan penyakit yang ΄bergengsi΄, Beda misalnya dengan penyakit jantung yang dianggap lebih ΄terhormat΄, Sebagian pasien tidak berkenan jika dinyatakan Sakit TB. Khawatir pasien tidak dapat menerima, dokter berusaha menyamarkan penyakitnya dengan istilah flek paru. Saat ini umumnya pasien sudah berpikiran terbuka dan dapat menerima jika dinyatakan Sakit TB. Sebaiknya dokter berterus terang menyatakan Sakit TB tanpa menyamarkan dengan istilah flek paru yang justru tidak mendidik pasien. Mengapa disamarkan dengan istilah ΄flek paru΄ ? Flek berasal dan bahasa Belanda yang artinya ΄noda΄. Awalnya dari foto Rontgen paru pasien TB, yang dapat memberikan gambaran bercak-bercak putih seperti noda pada paru sehingga disebut ΄flek΄, Istilah flek paru tidak pernah diajarkan di fakultas kedokteran manapun, dan juga tidak pernah disebut dalam artikel kedokteran manapun, Istilah ini rancu dan kesannya kurang menghargai kecerdasan pasien Sama halnya dengan istilah ΄panas dalam΄ yang laris manis digunakan dalam iklan minuman penyegar. Keduanya sama sekali tidak mempunyai rujukan di dunia medis.
Apakah semua gambaran "flek" pada paru berarti TB ? Tidak !!! Semua penyakit di paru (dan itu banyak sekali jenisnya) dapat memberi gambaran ΄flek΄ yang tidak dapat dibedakan dengan TB. Bahkan orang sehatpun pada Rontgen parunya akan ada gambaran bercak-bercak putih yang istilah medisnya infiltrat. Sebagai contoh Mike Tyson jika dironsen juga ada ΄flek΄nya, tapi dia sama sekali tidak Sakit TB. Jadi tidak bisa mendiagnosis Sakit TB hanya dari Rontgen saja ! Gambaran Rontgen seperti apa yang menunjukkan adanya TB paru ? TB paru dapat memberikan gambaran infiltrat yang lebih khusus pada foto Rontgen, istilahnya gambaran yang sugestif TB. Misalnya gambaran miller (bercak kecil putih merata di seluruh paru), atau gambaran atelektasis (gambaran putih padat akibat pengerutan sebagian paru), dll. Sekalipun gambarannya sugestif TB, foto Rontgen saja tidak bisa dijadikan dasar tunggal diagnosis TB, tetap harus disertai gejala dan tanda sakit TB, dan pemeriksaan penunjang lain. Jadi diperlukan pemeriksaan lain, apakah itu ? Ya, pertama-tama jika seorang anak dicurigai Sakit TB harus dibuktikan dulu adanya Infeksi TB (adanya kuman TB dalam tubuh seseorang). Caranya dengan uji tuberkulin atau yang lazim dikenal sebagai Mantoux test. Jika hasilnya negatif berarti tidak ada infeksi, dan bila infeksinya saja tidak ada bagaimana mungkin bisa sakit TB. Jika hasil uji Mantoux positif apakah berarti sakit TB ? Belum tentu. Hasil uji Mantoux positif hanya menunjukkan adanya Infeksi TB, bukan menandakan pasiennya Sakit TB. Jadi harus dibedakan antara Infeksi TB dengan Sakit TB. Orang dewasa di Indonesia umumnya sudah terinfeksi TB tanpa sakit TB, sehingga jika dilakukan uji Mantoux pada orang dewasa di Indonesia maka umumnya akan positif. Ada yang mengatakan uji Mantoux bisa negatif padahal ada Sakit TB, apa benar ? Benar. Uji Mantoux dapat memberikan hasil negatif palsu yang disebut anergi. Anergi dapat dijumpai pada keadaan tertentu misalnya gizi buruk, Sakit TB yang berat, tifus yang berat, campak, cacar air, menggunakan obat steroid jangka lama, dan berbagai keadaan lain yang menyebabkan penekanan sistem imun (kekebalan) tubuh, Jika tidak ada salah satu keadaan tersebut sangat kecil kemungkinannya terjadi anergi.
Sahabat Sehat Masnitu,
Sebagian masyarakat kita mungkin masih ada yang belum bisa secara tepat memahami fungsi, spesifikasi dan karakteristik yang menjadi pembeda antara mobil ambulans dan mobil jenazah. Sehingga banyak ditemui ditengah masyarakat, kasus kesalah pahaman yang terjadi akibat kurangnya pengetahuan mengenai hal tersebut.
Berikut ini kami sedikit uraikan perihal perbedaan mobil ambulans dan jenazah secara umum dan garis besarnya saja agar mudah dipahami oleh masyarakat awam, serta dapat menghilangkan kerancuan akan pengertian kedua jenis mobil tersebut.
[Gambar]
Di Indonesia, ambulans adalah salah sarana yang digunakan dalam berbagai upaya kesehatan. Termasuk usaha kegawat daruratan dan evakuasi medis pada pasien, supaya mendapat usaha penanganan secepatnya. Hal ini tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pelayanan Kegawat daruratan.
Pelayanan ambulans berpedoman pada respons cepat yang dilakukan tenaga kesehatan di Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu/Public Safety Center (PSC) 119. Ambulans juga bisa disediakan Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat dengan melibatkan masyarakat awam dan bantuan operator medis.
Dengan fungsi tersebut, tak heran jika ambulans mendapat prioritas utama dalam penggunaan jalan. Hal ini tercantum dalam Undang Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 134 yang akan saya tampilkan dibawah nanti.
Sebagai angkutan gawat darurat, pengemudi ambulans harus menghidupkan alat peringatan (warning device) berupa sirene dan lampu rotator. Penggunaan sirine juga tidak sembarangan, sirene hanya digunakan saat respon gawat darurat.
Sahabat Puskesmas Kedungwuni I, Sehat jiwa adalah kondisi di mana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya. Sahabat Sehat Masnitu, Kesehatan jiwa masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan di dunia, termasuk di Indonesia. Masalah kesehatan jiwa tanpa penanganan yang tepat akan membawa dampak buruk bagi masa depan negara, selain mengurangi angka produktifitas penduduk, juga menambah beban anggaran negara yang tidak sedikit jumlahnya.
[Gambar]
Apakah sahabat tahu, jika satu dari empat orang dewasa akan mengalami masalah kesehatan jiwa pada satu waktu dalam hidupnya. Bahkan, setiap 40 detik di suatu tempat di dunia ada seseorang yang meninggal karena bunuh diri (WFMH, 2016). Data WHO (2016) menunjukkan, terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkena skizofrenia, serta 47,5 juta terkena demensia.
Gangguan kejiwaan disebabkan oleh beragam faktor, baik secara biologis, psikososial, lingkungan, maupun budaya, bencana, penyalahgunaan napza dan lain sebagainya. Pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama psikologis atau dukungan awal psikologis akan banyak memberikan manfaat maksimal tidak hanya bagi prognosis kesehatan jiwa tetapi juga dalam pembangunan kesehatan dan kualitas bangsa pada umumnya.
[Gambar]
Pengumpulan data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2018 yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 300.000 sampel rumah tangga (1,2 juta jiwa) telah menghasilkan beragam data dan informasi yang memperlihatkan wajah kesehatan Indonesia.
Hujan adalah sebuah berkah yang banyak dinantikan kedatangannya, namun musim penghujan juga membawa ancaman rutin yang mematikan. Salah satu ancaman yang perlu diwaspadai di musim penghujan adalah penyebaran penyakit DBD yang meningkat. Pada umumnya selain faktor iklim tropis di Indonesia, kelalaian manusia dan ketidak pedulian terhadap lingkunganlah yang menyumbang peran besar dalam penyebaran penyakit ini.
Disaat angka kejadian DBD meningkat di masyarakat seperti akhir-akhir ini, masih banyak ditemui pemahaman masyarakat yang keliru tentang metode fogging/pengasapan sebagai hal yang wajib dilaksanakan saat ditemukan kasus DBD di masyarakat.
[Gambar]
Dr Riris Andono Ahmad (peneliti dalam World Mosquito Program di Pusat Kedokteran Tropis, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM Yogyakarta) menerangkan, tidak semua upaya fogging membawa dampak dalam memberantas nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) itu. Bahkan, jika tidak cermat, tindakan fogging justru kontraproduktif. Fogging sendiri sejatinya hanya untuk memberantas nyamuk dewasa, itupun harus ada KDRS (Kewaspadaan Dini Rumah Sakit). Setelah ada KDRS baru dilaksanakan kegiatan PE (Penyelidikan Epidemiologi), untuk memastikan apakah benar di daerah tersebut endemis DB
Cara paling efektif untuk menurunkan populasi nyamuk ialah dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di dalam rumah dan lingkungan sekitar rumah. PSN bisa dilakukan dengan cara memberikan larvasida pada tempat penampungan air, memeriksa tempat yang dapat menampung air, juga memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.
Selain itu, menutup lubang pada pohon atau pagar, tidak membiasakan menggantung pakaian, memelihara ikan pemakan jentik, memasang kawat kasa pada ventilasi rumah, menanam tanaman pengusir nyamuk, memakai lotion anti nyamuk serta gotong royong membersihkan lingkungan.
|
Jenis Indikator |
Output/ hasil jumlah resep non racikan yang terpenuhi |
|
Satuan Pengukuran |
Persentase |
|
Numerator |
Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan obat non racikan yang disurvey dalam satu hari |
|
Denominator |
Jumlah pasien yang disurvey dalam hari tersebut |
|
Target Pencapaian |
85% |
|
Kriteria |
Resep non racikan |
|
Formula |
Sloving |
|
Metode Pengumpulan Data |
Observasi |
|
Sumber Data |
Buku indikator mutu |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
Timer |
|
Besar Sampel |
236 |
|
Cara Pengambilan Sampel |
Probability sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
1 bulan |
|
Penyajian Data |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
Dian Ika Novtiani Apt |
|
Judul Indikator |
: Waktu tunggu pelayanan obat racikan 15 menit perpasien |
|
Dasar Pemikiran |
:Standar Pelayanan Minimal (SPM) |
|
Dimensi Mutu |
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi |
|
Tujuan |
: Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi |
|
Definisi Operasional |
Waktu tunggu pelayanan obat racikan adalah tenggang waktu mulai resep diterima di apotik sampai dengan pasien menerima obat jadi |
|
Jenis Indikator |
Output/ hasil jumlah resep racikan yang terpenuhi |
|
Satuan Pengukuran |
Persentase |
|
Numerator |
Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan obat racikan yang disurvey dalam satu hari |
|
Denominator |
Jumlah pasien yang disurvey dalam hari tersebut |
|
Target Pencapaian |
85% |
|
Kriteria |
Resep racikan |
|
Formula |
Sloving |
|
Metode Pengumpulan Data |
Observasi |
|
Sumber Data |
Buku indikator mutu |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
Timer |
|
Besar Sampel |
72 |
|
Cara Pengambilan Sampel |
Probability sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
1 bulan |
|
Penyajian Data |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
Dian Ika Novtiani Apt |
|
Judul Indikator |
: Tidak terjadi kesalahan penyerahan obat dan KNC pada pasien |
|
Dasar Pemikiran |
:Standar Pelayanan Minimal (SPM) |
|
Dimensi Mutu |
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi |
|
Tujuan |
: Tergambarnya ketepatan pelayanan farmasi |
|
Definisi Operasional |
Kesalahan pemberian obat meliputi: 1. Salah dalam memberikan jenis obat 2. Salah dalam memberikan dosis 3. Salah orang 4. Salah jumlah |
|
Jenis Indikator |
Output |
|
Satuan Pengukuran |
Persentase |
|
Numerator |
Jumlah seluruh pasien apotik yang disurvey dikurangi jumlah pasien yang mengalami kesalahan pemberian obat |
|
Denominator |
Jumlah seluruh pasien apotik yang disurvey |
|
Target Pencapaian |
100% |
|
Kriteria |
Seluruh pasien apotik |
|
Formula |
Sloving |
|
Metode Pengumpulan Data |
Observasi |
|
Sumber Data |
Rekam medis pasien, resep obat |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
Timer |
|
Besar Sampel |
24 |
|
Cara Pengambilan Sampel |
Probability sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
1 bulan |
|
Penyajian Data |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
Dian Ika Novtiani Apt |
Selasa, 5 Juli 2022
Sumber : Manual Pemberantasan Penyakit Menular Edisi 17
Senin, 4 Juli 2022
[Gambar]
PKPR adalah pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk remaja melalui pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi psikologis remaja dan peka terhadap kebutuhan yang terkait dengan kesehatan remaja
Apa saja jenis kegiatan dalam PKPR ?
Selain memberikan layanan pencegahan (preventive), Pengobatan (kuratif), Promosi dan Rehabilitasi, Puskesmas PKPR juga menjalankan kegiatan sebagai berikut :
Layanan Kesehatan Apa Saja yang tersedia ?
Secara umum, semua keluhan yang dapat ditangani oleh Puskesmas di tingkat pelayanan dasar dapat dilayani di Puskesmas PKPR. Termasuk di dalamnya adalah Layanan Kesehatan Reproduksi dan Seksual. Sebagai contoh, beberapa layanan yang dilayani PKPR adalah :
Bagaimana Remaja Mengakses Puskesmas PKPR ?
Cara mengaksesnya adalah dengan datang ke Puskesmas. Proses dimulai dari pendaftaran, mengantri, dan mendapatkan layanan. Kedepannya Puskesmas Kedungwuni I akan memberikan pelayanan kepada remaja secara terpisah dan tidak bercampur dengan pelayanan umum lainnya.
Jumat, 1 Juli 2022
Bagaimana dengan pemeriksaan darah ? Biasanya pemeriksaan darah yang dimaksudkan untuk TB adalah LED (laju endap darah) dan hitung jenis limfosit, Kedua pemeriksaan ini nilai diagnostiknya untuk TB rendah, jauh lebih rendah dibanding foto Rontgen, sehingga hanya digunakan sebagai data tambahan. Adakah pemeriksaan darah lain untuk TB ? Ada, yaitu pemeriksaan PCR dan serologis, seperti PAP TB, Mycodot, ICT dll. Namun semua pemeriksaan itu tidak lebih unggul daripada uji Mantoux, Semua pemeriksaan itu jika positif juga hanya menunjukkan adanya Infeksi TB, tidak bisa untuk menentukan ada tidaknya Sakit TB. Lalu apa bedanya Sakit TB dengan Infeksi TB ? Jika orang (dewasa atau anak) mengalami Sakit TB akan menunjukkan gejala dan tanda Sakit TB. Sedangkan jika hanya terinfeksi TB tanpa sakit TB tidak akan ada gejala dan tanda sakit TB. Apa gejala dan sakit TB pada anak ? Gejala dan tanda Sakit TB pada anak sangat luas variasinya, mulal dari yang sangat ringan sampai sangat berat. Gejala dan tanda yang mengawali kecurigaan Sakit TB pada anak di antaranya adalah MMBB (Masalah Makan dan Berat Badan), demam lama atau berulang, gampang / sering tertular sakit batuk pilek, adanya benjolan yang banyak di leher, diare yang sulit sembuh dll. TB juga dapat menyerang berbagai organ di seluruh tubuh sehingga bisa timbul gejala pincang jika mengenai sendi panggul atau lutut, benjolan banyak di leher, bisa juga terjadi kejang jika mengenai susunan saraf pusat / otak. Apakah batuk lama atau berulang juga merupakan gejala Sakit TB ? Batuk lama atau berulang merupakan salah satu gejala utama Sakit TB pada orang dewasa. Pada anak batuk lama / berulang dapat merupakan gejala Sakit TB, tapi bukan gejala utama. Pada anak ada penyakit lain yang gejala utamanya batuk lama / berulang yaitu asma. Banyak kasus asma pada anak yang keliru divonis TB. Asma dengan TB merupakan dua penyakit yang sama sekali berbeda namun sering dikelirukan. Apakah jika ada tersebut berarti sakit TB ? Belum tentu. Berbagai gejala tadi bukan ΄monopoli΄ Sakit TB, tapi dapat juga disebabkan oleh berbagai penyakit lain. Itulah sebabnya uji Mantoux sangat penting untuk menentukan dulu apakah ada Infeksi TB atau tidak, Jika tidak ada Infeksi TB, berarti berbagai gejala tadi disebabkan oleh penyakit lain. Sebenarnya apa penyebab TB, apakah penyakit keturunan atau penyakit menular ? TB bukan penyakit keturunan, tapi penyakit menular. TB menupakan salah satu bentuk penyakit infeksi. Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan masuk dan berkembangbiaknya kuman dalam tubuh seseorang. Kuman adalah makhluk hidup yang sangat kecil sekali (mikro onganisme = mikroba = jasad renik) yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Ada jutaan jenis kuman salah satu di antaranya adalah kuman TB.
Bagaimana cara penularannya ? Ada beberapa cara penularan, tapi yang paling sering adalah melalui saluran respiratonik (pernapasan). Pasien TB dewasa dengan TB paru, jika batuk, bersin, menyanyi, atau bicara akan menghembuskan ribuan kuman TB ke udara di sekitarnya. Bila kuman ini terhirup oleh orang lain, maka orang tersebut dapat terinfeksi. Apakah jika kita berhubungan dengan pasien TB paru dewasa, pasti akan tertular ? Belum pasti tertular. Banyak faktor yang berperan untuk terjadinya infeksi TB. Faktor sumber penularan, lingkungan, dan faktor daya tahan tubuh. Tingkat eratnya hubungan (kontak) juga sangat berperan. Makin erat kontak (dose contact) dan makin lama, makin besar risiko tertular. Apakah anak yang sakit TB menular dan perlu dipisahkan dari orang lain ? Tidak ! Yang menular adalah pasien TB paru dewasa, pasien TB paru anak tidak menular sehingga tidak perlu dipisahkan apalagi dikucilkan. Yang perlu diingat, jika seorang anak terinfeksi TB, berarti ada orang dewasa sebagai sumber penularannya yang perlu dicari dan kemudian diobati agar tidak menulari orang lain lagi.
slot gacor
Jumat, 1 Juli 2022
[Gambar]
Meski diperbolehkan mengemudi dalam kecepatan tinggi, pengemudi tetap harus memperhitungkan jarak aman dan jarak pengereman mobil, sebab, semakin tinggi kecepatan, semakin panjang jarak yang dibutuhkan untuk menghentikan mobil.
Secara definisi Ambulans adalah sebuah kendaraan transportasi yang digunakan untuk memindahkan pasien. Kendaraan yang biasa disebut ambulans pasien ini dilengkapi dengan peralatan medis yang kondisinya harus selalu steril, karena digunakan untuk mengangkut sekaligus menangani orang sakit atau korban kecelakaan.
Sesuai kondisi dan penggunaan ambulans pasien maka dikenal 3 tingkatan umum yaitu: dasar (basic), transport dan lengkap (lanjutan/advance):
Perbedaan pada ambulans dasar (basic) dan ambulans lengkap (lanjutan) bisa dilihat dari stiker yang terpasang pada badan mobil ambulans: Ambulan dasar (basic) akan memiliki stiker berwarna kuning, sedangkan mobil ambulans lengkap (advance) akan memiliki stiker berwarna merah.
Pada instansi tingkat Puskesmas juga terdapat kendaraan sejenis yang disebut Puskesmas Keliling yang juga merupakan kendaraan Ambulans yang memiliki tugas dan kegunaan yang sama sebagai transportasi kendaraan medis kesehatan gawat darurat dan untuk mengangkut orang cedera atau sakit ke tempat perawatan.
Mobil Jenazah. Mobil jenazah adalah alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut jenazah dari rumah sakit atau panti menuju rumah duka, maupun dari rumah duka menuju taman pemakaman umum (TPU).
[Gambar]
Dalam mobil jenazah yang terpenting adalah adanya tempat untuk meletakkan jenazah secara aman dan terhormat. Kemudian ada tempat bagi keluarga bila berkenan mendampingi selama perjalanan jika ada anggota keluarga yang akan mendampingi di mobil jenazah.
Menggunakan ambulans pasien untuk membawa jenazah tentu kurang tepat, karena sebenarnya tidak dibutuhkan banyak alat, dan membuat penempatan jenazah dan keluarga pendamping justru tidak nyaman. Bila memang kondisinya terpaksa, maka yang bisa dilakukan adalah menurunan sebanyak mungkin alat-alat yang ada di dalamnya. Ini tentu hanya dalam kondisi terpaksa, bukan sekadar karena ingin menggunakan mobil ambulans untuk mengantarkan jenazah.
Pasal 134 UU 22/2009 tentang Lalu lintas menyatakan jika pengguna Jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan adalah sesuai dengan urutan berikut :
Pasal 135
Demikian sedikit rangkuman tulisan dari kami, semoga bermanfaat bagi anda semua.
Tetap Sehat dan Tetap Bahagia
Kamis, 30 Juni 2022
Data informasi yang terangkum didalamnya termasuk juga data pengidap gangguan jiwa di Indonesia, yang secara angka meningkat dari 1,7 persen menjadi 7 persen dalam kurun waktu lima tahun sejak Riskesdas terakhir (2013).
Puskesmas Kedungwuni I dalam program kerjanya berusaha menjaring kasus gangguan jiwa di masyarakat lewat deteksi dini, konseling dan kunjungan rumah pada penderita ganguan jiwa. Namun tanpa peran serta keluarga dan masyarakat, semua kerja keras petugas di Puskesmas tidak akan bisa berjalan optimal.
Keluarga dan masyarakat dapat berperan dengan mempelajari keterampilan pertolongan pertama kesehatan jiwa (Mental Health First Aid Action Plan), yang terdiri dari 5 langkah, yaitu :
Jadi, siapkah kita bersama-sama berbagi peran dalam menangani gangguan jiwa beserta dampaknya?
STOP STIGMA DAN DISKRIMINASI TERHADAP ODGJ (ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA)
Tetap Sehat dan Tetap Bahagia
Rabu, 29 Juni 2022
[Gambar]
Guru Besar Universitas Indonesia Prof dr Saleha Sungkar juga mengatakan fogging hanya efektif untuk penanggulangan saat terjadi kasus kejadian luar biasa (KLB) DBD di suatu daerah.
Fogging, kata Saleha, cepat sekali untuk menurunkan populasi nyamuk. Namun dia tidak menganjurkan jika pengasapan dilakukan secara rutin karena dinilai kurang efektif untuk memberantas populasi nyamuk.
Tak hanya kurang efektif, pengasapan menggunakan insektisida secara rutin juga mahal, mencemari lingkungan, bisa membuat vektor penular resisten, dan hanya memberikan keamanan palsu.
Dia menilai masyarakat sering kali merasa aman jika daerahnya sudah dilakukan pengasapan untuk mencegah demam berdarah padahal fogging tersebut hanya membunuh nyamuk dewasa dan masih menyisakan telur dan larva atau jentik nyamuk.
Terlebih lagi ada sejumlah masyarakat yang tidak mau dilakukan fogging di dalam rumah dan hanya di lingkungan sekitarnya saja. Padahal banyak nyamuk yang bersembunyi di dalam rumah seperti tumpukan pakaian atau barang-barang lainnya.
Berdasarkan Peraturan menteri Kesehatan RI No 1501/Menkes/Per/X/2010, KLB adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologi pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu.
Adapun tujuh kriteria KLB yaitu :
Jadi, jaga lingkungan dan cegah DBD dimulai dari sekitar kita....Tetap Sehat dan Tetap Bahagia
Rabu, 29 Juni 2022