|
No. |
Komponen |
Uraian |
|
1. |
Persyaratan |
Tersedianya rekam medis pasien dan atau dengan rujukan internal |
|
2. |
Sistem, Mekanisme, Prosedur |
1. Petugas pemeriksa memanggil pasien berdasarkan nomor urut 2. Identifikasi pasien 3. Pengukuran tanda vital 4. Anamnesa 5. Pasien dilayani oleh dokter umum atau perawat 6. Petugas pemeriksa mencatat di lembar rekam medis dan pcare/epus 7. Petugas pemeriksa memberikan kertas resep/pemberian obat bila diperlukan |
|
3. |
Kamis, 7 Juli 2022
slot gacor
Judul Indikator
:
Desa/Kelurahan yang melaksanakan kegiatan posyandu lansia
Dasar Pemikiran
:
Rencana Aksi Nasional /RAN Kesehatan Lanjut Usia Tahun 2020-2024
Dimensi Mutu
:
Efektif
Tujuan
:
Memantau kesehatan lansia (usia 45 tahun keatas)
Definisi Operasional
:
Jumlah desa/kelurahan yang memiliki dan melaksanakan kegiatan posyandu lansia
Jenis Indikator
:
Input : Setiap Desa/kelurahan memiliki Posyandu lansia beserta kader kesehatan sebagai pelaksana posyandu lansia
Satuan Pengukuran
:
Setiap Desa/Kelurahan memiliki dan melaksanakan posyandu lansia setiap bulan sekali
Numerator
:
Jumlah desa/kelurahan yang memiliki dan melaksanakan posyandu lansia
Denominator
:
Jumlah desa/kelurahan wilayah kerja puskesmas Kedungwuni I
Target Pencapaian
:
100%
Kriteria
:
Formula
:
Numerator/Denominator x 100%
Metode Pengumpulan Data
:
Observasi
Sumber Data
:
Buku catatan Posyandu Lansia dan Posbindu
Instrumen Pengumpulan Data
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung Reformasi Birokrasi adalah keberhasilan dalam pelaksanaan Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.Dalam Road Map Reformasi Birokrasi 2014-2015 (Permenpan & RB Nomor 20 Tahun 2015), salah satu program kegiatannya adalah: Penetapan Evaluasi Kinerja Pelayanan berdasarkan Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) pada pemerintah Kabupaten/Kota yang mempresentasikan Kinerja Provinsi.
Hasil yang diharapkan dalam kegiatan survey IKM adalah: angka/skor capaian IKM unit pelayanan pada pemerintah Kabupaten/Kota yang mereprensentasikan kinerja propinsi. Dengan demikian, walaupun IKM tersebut diterbitkan melalui Kepmenpan Nomor 25/M.PAN/2/2015 (sudah 8 tahun lalu), namun masih tetap relevan untuk mendukung program Reformasi Birokrasi melalui Road Map Reformasi Birokrasi (Permenpan dan Reformasi Birokrasi No. 20 Tahun 2015).
Dalam era reformasi dan desentralisasi, Puskesmas dituntut untuk mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien, merata, adil, bermutu dan memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerjanya.
Undang-undang no. 25 tahun 2015 tentang Pelayanan Publik dalam pasal 38 ayat (1) berbunyi penyelenggara berkewajiban melakukan penilaian kinerja penyelenggaraan pelayanan publik secara berkala.
Judul Indikator
: Waktu tunggu pelayanan obat non racikan 10 menit perpasien
Dasar Pemikiran
:Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Dimensi Mutu
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi
Tujuan
:Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi
Definisi Operasional
Waktu tunggu pelayanan obat non racikan adalah tenggang waktu mulai resep diterima di apotik sampai dengan pasien menerima obat jadi
Jenis Indikator
Output/ hasil jumlah resep non racikan yang terpenuhi
Satuan Pengukuran
Persentase
Numerator
Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan obat non racikan yang disurvey dalam satu hari
Denominator
Jumlah pasien yang disurvey dalam hari tersebut
Target Pencapaian
85%
Kriteria
Resep non racikan
Formula
Sloving
Metode Pengumpulan Data
Observasi
Sumber Data
Buku indikator mutu
Instrumen Pengumpulan Data
Timer
Besar Sampel
236
Cara Pengambilan Sampel
Probability sampling
Periode Pengumpulan Data
1 bulan
Penyajian Data
Tabel
Periode Analisis dan Pelaporan Data
Bulanan
Penanggung Jawab
Dian Ika Novtiani Apt
Jangka Waktu Penyelesaian
|
10 pasien terdaftar pertama diselesaikan dalam jam pelayanan, dan seterusnya |
|
4. |
Biaya/tarif |
Umum : Perbup No. 51 tahun 2021 dan perbup No.68 Tahun 2021 JKN : Permenkes No. 59 tahun 2014 |
|
5. |
Produk Layanan |
1. Mendapatkan pemeriksaan dan penjelasan tentang penyakit 2. Mendapatkan tindakan yang diperlukan 3. Mendapatkan resep sesuai diagnosa |
|
6. |
Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan |
2. Telepon : (0285) 4482559 3. SMS/WA Pengaduan : 085727444437 4. Kotak saran |
|
7. |
Dasar Hukum |
1. UU No. 39 Tahun 2009 tentang kesehatan 2. Permenkes RI No. 75 Tahun 2014 Tentang Puskesmas |
|
8. |
Sarpras/Fasilitas |
1. Baki logam tempat alat steril bertutup 2. Bingkai uji-coba untuk pemeriksaan refraksi refraksi 3. Buku Ishihara Test 4. Corong telinga/Speculum telinga ukuran kecil, besar, sedang 5. Emesis basin /Nierbeken besar 6. Garputala 512 Hz, 1024 Hz, 2084 Hz 7. Handle kaca laring 8. Handle kaca nasopharing 9. Kaca laring ukuran 2,4,5,6 10. Kaca nasopharing ukuran 2,4,5,6 11. Kaca pembesar untuk diagnostic 12. Lampu kepala/Head Lamp + Adaptor AC/DC 13. Lampu senter untuk periksa/pen light 14. Lensa uji-coba untuk pemeriksaan refraksi 15. Lup binokuler (lensa pembesar) 3-5 Dioptri 16. Metline ( pengukur lingkar pinggang) 17. Opthalmoscope 18. Otoscope 19. Palu reflex 20. Pelilit kapas/Cotton applicator 21. Skinfold calliper 22. Snellen Chart 2 jenis (E Chart + Alphabet Chart) Spekulum vagina (cocor bebek) sedang 23. Spekulum hidung dewasa 24. Sphygmomanometer untuk dewasa 25. Stetoskop untuk dewasa 26. Sudip lidah logam/spatula lidah logam panjang 12 cm 27. Sudip lidah logam/spatula lidah logam panjang 16,5cm 28. Tempat tidur periksa dan perlengkapannya 29. Termometer untuk dewasa 30. Timbangan dewasa 31. Tonometer Schiotz 32. Alkohol 33. Povidone Iodine 34. Podofilin Tinctura 25% 35. Kapas 36. Kasa non steril 37. Kasa steril Masker wajah 38. Sabun tangan atau antiseptic 39. Sarung tangan steril 40. Sarung tangan non steril 41. Bantal 42. Baskom cuci tangan 43. Kasur 44. Lampu spiritus 45. Lemari alat 46. Meja instrument 47. Meteran tinggi badan 48. Perlak 49. Pispot 50. Sarung bantal 51. Seprei 52. Sikat untuk membersihkan peralatan 53. Stop Watch 54. Tempat sampah tertutup 55. Kursi Kerja 56. Lemari arsip 57. Meja tulis 1⁄2 biro 58. Buku register pelayanan 59. Formulir dan surat keterangan lain sesuai kebutuhan 60. Formulir Informed Consent 61. Formulir rujukan 62. Kertas resep 63. Surat Keterangan Sakit 64. Surat Keterangan Sehat |
|
9. |
Kompetensi pelaksana |
1. Dokter umum dengan STR dan SIP aktif 2. Dokter Internsip (Jika ada) 3. Sarjana perawat dengan STR dan SIP aktif |
|
10. |
Pengawasan Internal |
Kepala Puskesmas melakukan pengawasan secara periodik melalui rapat evaluasi (setiap bulannya) dan rapat sewaktu-waktu dalam keadaan yang dianggap penting |
|
11. |
Jumlah Pelaksana |
1. Dokter umum: 2 orang 2. Dokter internsip: 4 orang (jika ada) 3. Perawat 3 orang |
|
12. |
Jaminan Pelayanan |
1. Pasien diperiksa oleh Dokter Umum sesuai dengan kompetensinya 2. Dokter Umum melakukan pemeriksaan medis sesuai dengan standar pelayanan medis dan prosedur tetap 3. Apabila tidak bisa ditangani drujuk ke rumah sakit rujukan tingkat lanjut 4. Dilayani oleh petugas yang memiliki sikap ramah, teliti, cekatan/responsif |
|
13. |
Jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan |
1. Kerahasiaan terjamin 2. Personil yang kompeten 3. Peralatan standar 4. Berpedoman pada medis dan prosedur tetap |
|
14. |
Evaluasi kinerja pelayanan |
Evaluasi dilakukan rutin setiap 1 bulan sekali melalui program mini lokakarya |
|
No. |
Komponen |
Uraian |
|
1. |
Persyaratan |
1. Tersedianya kartu identitas (KK/KTP) 2. Tersedianya kartu kepesertaan (BPJS) jika ada 3. Tersedianya kartu berobat jika ada |
|
2. |
Sistem, Mekanisme, Prosedur |
1. Pasien datang sendiri/dengan pendamping mengambil nomor antrian 2. Petugas memanggil pasien berdasarkan nomor urut 3. Petugas melayani pendaftaran pasien 4. Mencari rekam medis pasien 5. Menyerahkan rekam medis ke poli tujuan 6. Pasien menunggu dipanggil di depan ruang pelayanan |
|
3. |
Jangka Waktu Penyelesaian |
1. Pasien lama : 3 menit 2. Pasien baru : 5 menit |
|
4. |
Biaya/tarif |
Umum : Perbup No. 51 tahun 2021 dan perbup No.68 Tahun 2021 JKN : Permenkes No. 59 tahun 2014 |
|
5. |
Produk Layanan |
1. Pendaftaran pasien baru 2. Pendaftaran pasien lama 3. Pendaftaran pasien umum 4. Pendaftaran pasien bpjs 5. Pendaftaran pasien gratis dengan KTP Kab. Pekalongan |
|
6. |
Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan |
2. Telepon : (0285) 4482559 3. SMS/WA Pengaduan : 085727444437 4. Kotak saran |
|
7. |
Dasar Hukum |
Permenkes No. 128 Tahun 2009 tentang Kebijakan Dasar Puskesmas |
|
8. |
Sarpras/Fasilitas |
1. Seperangkat Komputer 2. Lemari arsip 3. Meja pendaftaran 4. Nomor antrian 5. Buku register 6. Kipas angin 7. Rak rekam medis dan Rekam medis pasien 8. AC |
|
9. |
Kompetensi pelaksana |
Keahlian dan Ketrampilan sesuai Profesi dan Kompetensi |
|
10. |
Pengawasan Internal |
Kepala Puskesmas melakukan pengawasan secara periodik melalui rapat evaluasi (setiap bulannya) dan rapat sewaktu-waktu dalam keadaan yang dianggap penting |
|
11. |
Jumlah Pelaksana |
Petugas pendaftaran dan rekam medis : 5 orang |
|
12. |
Jaminan Pelayanan |
1. Pasien dilayani oleh admin sesuai dengan kompetensinya 2. Admin melakukan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan dan prosedur tetap 3. Dilayani oleh petugas yang memiliki sikap ramah, teliti, cekatan/responsif |
|
13. |
Jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan |
1. Kerahasiaan terjamin 2. Petugas yang berkompeten dalam bidangnya. 3. Berpedoman pada medis dan prosedur tetap |
|
14. |
Evaluasi kinerja pelayanan |
Evaluasi dilakukan rutin setiap 1 bulan sekali melalui program mini lokakarya |
Kamis, 7 Juli 2022
|
Judul Indikator |
: |
Pengisian inform consent pada setiap tindakan gigi |
|
Dasar Pemikiran |
: |
1. Permenkes RI No.585 /MEN.KES/PER/X/1989 tentang persetujuan tindakan medik 2. Permenkes RI No. 290/MENKES/PER/III/2008 tentang persetujuan tindakan kedokteran 3. UU No.29 Tahun 2004 tentang praktik kedokteran |
|
Dimensi Mutu |
: |
Safe, People-Centred |
|
Tujuan |
: |
Memberikan perlindungan terhadap pasien dan dokter dengan cara memberikan informasi mengenai tindakan yang akan diberikan, serta menjadi tolak ukur ketertiban dan kedisiplinan bagi tenaga medis. |
|
Definisi Operasional |
: |
1. Inform Consent adalah suatu bentuk persetujuan dari pasien kepada dokter terkait tindakan yang akan diberikan. 2. Inform Consent yang dimaksudkan adalah inform consent tertulis. 3. Jenis tindakan yang diharuskan menggunakan inform consent adalah Pencabutan dewasa dengan atau tanpa penyulit, pencabutan anak anak dengan anestesi topical ataupun dengan anestesi infiltrasi, penambalan gigi, perawatan gigi pulpotomi, pembersihan karang gigi. |
|
Jenis Indikator |
: |
Indikator proses |
|
Satuan Pengukuran |
: |
Persentase |
|
Numerator |
: |
Jumlah pasien yang dilakukan tindakan dan disertai inform consent |
|
Denominator |
: |
Jumlah pasien yang dilakukan tindakan |
|
Target Pencapaian |
: |
100% |
|
Kriteria |
: |
1. Inklusi : Seluruh pasien yang membutuhkan tindakan 2. Eksklusi : Tidak ada |
|
Formula |
: |
Numerator/Denominator x 100% |
|
Metode Pengumpulan Data |
: |
Observasi kemudian dilakukan penghitungan |
|
Sumber Data |
: |
Rekam medis |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
: |
Ceklis pada buku catatan tindakan |
|
Besar Sampel |
: |
Total sampling |
|
Cara Pengambilan Sampel |
: |
Consecutive sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
: |
Bulanan |
|
Penyajian Data |
: |
Tabel, grafik |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
: |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
: |
Koordinator Poli gigi |
|
Judul Indikator |
: |
Kelengkapan pengisian RM, termasuk odontogram |
|
Dasar Pemikiran |
: |
1. UU No. 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran 2. Permenkes RI No. 269 tahun 2008 tentang rekam medis 3. Jurnal rekam medis odontogram sebagai alat identifikasi dan kepentingan pembuktian di Pengadilan oleh Trisnowahyuni dkk. SOEPRA Jurnal hokum Kesehatan Vol.3/1/2017 |
|
Dimensi Mutu |
: |
Terintegrasi, safe |
|
Judul Indikator |
: |
Monitoring anestesi infiltrasi/blok mandibula pada saat pencabutan |
|
Dasar Pemikiran |
: |
Jurnal Farahdina dkk dengan judul perubahan tanda vital sebagai gejala rasa cemas sebelum melakukan tindakan pencabutan gigi pada mahasiswa profesi klinik bedah mulut RSGM Unej, e-jurnal pustaka kesehatan, vol. 5(2), Mei 2017. |
|
Dimensi Mutu |
: |
Safe |
|
Tujuan |
Kamis, 7 Juli 2022
:
Buku catatan
Besar Sampel
:
Jumlah Desa/Kelurahan wilayah puskesmas kedungwuni I
Cara Pengambilan Sampel
:
Non Probability Sampling
Periode Pengumpulan Data
:
Bulanan
Penyajian Data
:
Tabel
Periode Analisis dan Pelaporan Data
:
Bulanan, Tahunan
Penanggung Jawab
:
Hikmah Mulya Utami, S.Kep.,Ns
Judul Indikator
:
Pelayanan kesehatan lanjut usia di posyandu lansia
Dasar Pemikiran
:
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Posyandu Lansia dan Posbindu PTM Terintegrasi, Kemenkes RI, 2021
Dimensi Mutu
:
Keselamatan, berorientasi pada pasien
Tujuan
:
Memantau kesehatan lansia (usia 45 tahun keatas)
Definisi Operasional
:
Wadah pelayanan kepada lansia di masyarakatberbasis UKBM dimana pembentukan dan pelaksanaannya dilaksanakan oleh masyarakat dengan pendampingan dari tenaga kesehatan Puskesmas, dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat sebagai upaya promotif preventif dalampeningkatan status kesehatan dan kualitas hidup lansia
Jenis Indikator
:
Ouput ; Jumlah lansia yang datang dan mendapat pelayanan di posyandu lansia
Satuan Pengukuran
:
Jumlah pengunjung posyandu lansia usia 45 tahun ke atas di setiap desa/kelurahan
Numerator
:
Jumlah pengunjung lansia usia 45 tahun keatas di posyandu lansia
Denominator
:
Jumlah seluruh Lansia usia 45 tahun ke atas
Target Pencapaian
:
80%
Kriteria
:
Formula
:
Numerator/Denominator x 100%
Metode Pengumpulan Data
:
Observasi
Sumber Data
:
Buku catatan Posyandu Lansia, Buku kesehatan lansia dan register Posbindu
Instrumen Pengumpulan Data
:
Buku catatan posyandu lansia, Buku kesehatan lansia
Besar Sampel
:
Jumlah Lansia usia 45 tahun ke atas
Cara Pengambilan Sampel
:
Probability Sampling
Periode Pengumpulan Data
:
Bulanan
Penyajian Data
:
Tabel
Periode Analisis dan Pelaporan Data
:
Bulanan, Tahunan
Penanggung Jawab
:
Hikmah Mulya Utami, S.Kep.,Ns
Kamis, 7 Juli 2022
|
Judul Indikator |
: |
Cakupan penderita HT yang mendapat pelayanan kesehatan |
|
Dasar Pemikiran |
: |
UU No 43 2021 |
|
Dimensi Mutu |
: |
Safe |
|
Tujuan |
: |
Semua penderita HT terlayani dan terkendali |
|
Definisi Operasional |
: |
Usia 15 keatas yang mempunyai Tekanan darah sistol >140 diastol . 90 |
|
Jenis Indikator |
: |
Out put /hasil ,jumlah semua penderita HT yg terlayani |
|
Satuan Pengukuran |
: |
100 % dari sasaran yang ditetapkan dinkes |
|
Numerator |
: |
Penderita HT yang dilayani sesuai standar |
|
Denominator |
: |
Sasaran penderita HT sesuai SPM |
|
Target Pencapaian |
: |
100 % |
|
Kriteria |
: |
Usia diatas 15tahun |
|
Formula |
: |
|
|
Metode Pengumpulan Data |
: |
Observasi |
|
Sumber Data |
: |
Simpus, register posbindu ,register poslansia, jejaring kesehatan |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
: |
Register |
|
Besar Sampel |
: |
19985 |
|
Cara Pengambilan Sampel |
: |
nonprobability, |
|
Periode Pengumpulan Data |
: |
1 tahun |
|
Penyajian Data |
: |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
: |
Bulanan , tahunan |
|
Penanggung Jawab |
: |
Laely Softyan |
|
Judul Indikator |
: |
Cakupan penderita DM yang mendapat pelayanan kesehatan |
|
Dasar Pemikiran |
: |
Permenkes no 43 2021 |
|
Dimensi Mutu |
: |
safe |
|
Tujuan |
: |
Kamis, 7 Juli 2022
Kamis, 7 Juli 2022
Judul Indikator
: Waktu tunggu pelayanan obat racikan 15 menit perpasien
Dasar Pemikiran
:Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Dimensi Mutu
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi
Tujuan
: Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi
Definisi Operasional
Waktu tunggu pelayanan obat racikan adalah tenggang waktu mulai resep diterima di apotik sampai dengan pasien menerima obat jadi
Jenis Indikator
Output/ hasil jumlah resep racikan yang terpenuhi
Satuan Pengukuran
Persentase
Numerator
Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan obat racikan yang disurvey dalam satu hari
Denominator
Jumlah pasien yang disurvey dalam hari tersebut
Target Pencapaian
85%
Kriteria
Resep racikan
Formula
Sloving
Metode Pengumpulan Data
Observasi
Sumber Data
Buku indikator mutu
Instrumen Pengumpulan Data
Timer
Besar Sampel
72
Cara Pengambilan Sampel
Probability sampling
Periode Pengumpulan Data
1 bulan
Penyajian Data
Tabel
Periode Analisis dan Pelaporan Data
Bulanan
Penanggung Jawab
Dian Ika Novtiani Apt
Judul Indikator
: Tidak terjadi kesalahan penyerahan obat dan KNC pada pasien
Dasar Pemikiran
:Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Dimensi Mutu
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi
Tujuan
: Tergambarnya ketepatan pelayanan farmasi
Definisi Operasional
Kesalahan pemberian obat meliputi: 1. Salah dalam memberikan jenis obat 2. Salah dalam memberikan dosis 3. Salah orang 4. Salah jumlah
Jenis Indikator
Output
Satuan Pengukuran
Persentase
Numerator
Jumlah seluruh pasien apotik yang disurvey dikurangi jumlah pasien yang mengalami kesalahan pemberian obat
Denominator
Jumlah seluruh pasien apotik yang disurvey
Target Pencapaian
100%
Kriteria
Seluruh pasien apotik
Formula
Sloving
Metode Pengumpulan Data
Observasi
Sumber Data
Rekam medis pasien, resep obat
Instrumen Pengumpulan Data
Timer
Besar Sampel
24
Cara Pengambilan Sampel
Probability sampling
Periode Pengumpulan Data
1 bulan
Penyajian Data
Tabel
Periode Analisis dan Pelaporan Data
Bulanan
Penanggung Jawab
Dian Ika Novtiani Apt
slot gacor
Kamis, 7 Juli 2022
|
Judul Indikator |
: Waktu tunggu pelayanan obat non racikan 10 menit perpasien |
|
Dasar Pemikiran |
:Standar Pelayanan Minimal (SPM) |
|
Dimensi Mutu |
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi |
|
Tujuan |
:Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi |
|
Definisi Operasional |
Waktu tunggu pelayanan obat non racikan adalah tenggang waktu mulai resep diterima di apotik sampai dengan pasien menerima obat jadi |
|
Jenis Indikator |
Output/ hasil jumlah resep non racikan yang terpenuhi |
|
Satuan Pengukuran |
Persentase |
|
Numerator |
Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan obat non racikan yang disurvey dalam satu hari |
|
Denominator |
Jumlah pasien yang disurvey dalam hari tersebut |
|
Target Pencapaian |
85% |
|
Kriteria |
Resep non racikan |
|
Formula |
Sloving |
|
Metode Pengumpulan Data |
Observasi |
|
Sumber Data |
Buku indikator mutu |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
Timer |
|
Besar Sampel |
236 |
|
Cara Pengambilan Sampel |
Probability sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
1 bulan |
|
Penyajian Data |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
Dian Ika Novtiani Apt |
|
Judul Indikator |
: Waktu tunggu pelayanan obat racikan 15 menit perpasien |
|
Dasar Pemikiran |
:Standar Pelayanan Minimal (SPM) |
|
Dimensi Mutu |
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi |
|
Tujuan |
: Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi |
|
Definisi Operasional |
Waktu tunggu pelayanan obat racikan adalah tenggang waktu mulai resep diterima di apotik sampai dengan pasien menerima obat jadi |
|
Judul Indikator |
: Tidak terjadi kesalahan penyerahan obat dan KNC pada pasien |
|
Dasar Pemikiran |
:Standar Pelayanan Minimal (SPM) |
|
Dimensi Mutu |
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi |
|
Tujuan |
: Tergambarnya ketepatan pelayanan farmasi |
|
Definisi Operasional |
Kesalahan pemberian obat meliputi: |
Kamis, 7 Juli 2022
|
Judul Indikator |
: Waktu tunggu pelayanan obat non racikan 10 menit perpasien |
|
Dasar Pemikiran |
:Standar Pelayanan Minimal (SPM) |
|
Dimensi Mutu |
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi |
|
Tujuan |
:Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi |
|
Definisi Operasional |
Waktu tunggu pelayanan obat non racikan adalah tenggang waktu mulai resep diterima di apotik sampai dengan pasien menerima obat jadi |
|
Jenis Indikator |
Output/ hasil jumlah resep non racikan yang terpenuhi |
|
Satuan Pengukuran |
Persentase |
|
Numerator |
Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan obat non racikan yang disurvey dalam satu hari |
|
Denominator |
Jumlah pasien yang disurvey dalam hari tersebut |
|
Target Pencapaian |
85% |
|
Kriteria |
Resep non racikan |
|
Formula |
Sloving |
|
Metode Pengumpulan Data |
Observasi |
|
Sumber Data |
Buku indikator mutu |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
Timer |
|
Besar Sampel |
236 |
|
Cara Pengambilan Sampel |
Probability sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
1 bulan |
|
Penyajian Data |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
Dian Ika Novtiani Apt |
|
Judul Indikator |
: Waktu tunggu pelayanan obat racikan 15 menit perpasien |
|
Dasar Pemikiran |
:Standar Pelayanan Minimal (SPM) |
|
Dimensi Mutu |
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi |
|
Tujuan |
: Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi |
|
Definisi Operasional |
Waktu tunggu pelayanan obat racikan adalah tenggang waktu mulai resep diterima di apotik sampai dengan pasien menerima obat jadi |
|
Judul Indikator |
: Tidak terjadi kesalahan penyerahan obat dan KNC pada pasien |
|
Dasar Pemikiran |
:Standar Pelayanan Minimal (SPM) |
|
Dimensi Mutu |
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi |
|
Tujuan |
: Tergambarnya ketepatan pelayanan farmasi |
|
Definisi Operasional |
Kesalahan pemberian obat meliputi: |
Kamis, 7 Juli 2022
Tujuan
|
: |
|
Agar dapat tercapai ketertiban administrasi serta mendapatkan informasi yang lengkap atas kondisi pasien, tindakan medic yang diberikan serta obat obat yang telah diberikan sebagai panduan untu tindakan medic atau pemberian obat berikutnya. |
|
Definisi Operasional |
: |
1. Rekam medis adalah Keterangan mengenai identitas pasien, diagnose, pemeriksaan penunjang, tindakan medic serta obat yang dikonsumsi pasien. Dalam kedokteran gigi kelengkapan rekam medis termasuk didalamnya terdapat odontogram 2. Odontogram adalah suatu gambar peta mengenai keadaan gigi dalam mulut dan merupakan bagian tak terpisahkan dari RM kedokteran gigi 3. Kelengkapan RM yang dimaksudkan disini adalah pengisian meliputi identitas, SOAP, tanda tangan tenaga medis, dan odontogram. |
|
Jenis Indikator |
: |
Indikator proses |
|
Satuan Pengukuran |
: |
Persentase |
|
Numerator |
: |
Jumlah pasien poli gigi dengan rekam medis yang diisi lengkap |
|
Denominator |
: |
Jumlah seluruh pasien poli gigi dalam 1 bulan |
|
Target Pencapaian |
: |
100% |
|
Kriteria |
: |
1. Inklusi : Seluruh pasien poli gigi dalam waktu 1 bulan 2. Eksklusi : Tidak ada |
|
Formula |
: |
Numerator/Denominator x 100% |
|
Metode Pengumpulan Data |
: |
Observasi |
|
Sumber Data |
: |
Rekam medis dan form odontogram |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
: |
Ceklis pada buku catatan |
|
Besar Sampel |
: |
Total sampling |
|
Cara Pengambilan Sampel |
: |
Consecutive sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
: |
Bulanan |
|
Penyajian Data |
: |
Tabel, grafik |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
: |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
: |
Koordinator Poli gigi |
:
|
Memastikan tidak terjadi komplikasi pasca anestesi dan pencabutan |
|
Definisi Operasional |
: |
1. Monitoring anestesi yaitu mengamati pasien dalam hal ini sebelum dan setelah anestesi infiltrasi maupun blok mandibula pada saat melakukan pencabutan gigi 2. Pencabutan dalam hal ini adalah pencabutan gigi permanen maupun gigi susu dengan anestesi infiltrasi atau blok mandibular 3. Pengamatan dilakukan dengan mengukur tanda vital 5 menit sebelum anestesi dan 5 menit sebelum pencabutan. |
|
Jenis Indikator |
: |
Indikator output |
|
Satuan Pengukuran |
: |
Persentase |
|
Numerator |
: |
Jumlah pasien yang dilakukan monitoring pencabutan dengan anestesi infiltrasi/ blok mandibula |
|
Denominator |
: |
Seluruh jumlah pasien yang melakukan pencabutan dengan anestesi infiltrasi atau blok mandibula |
|
Target Pencapaian |
: |
100% |
|
Kriteria |
: |
1. Inklusi : Seluruh pasien yang melakukan pencabutan dengan anestesi infiltrasi atau blok mandibula 3. Eksklusi : Tidak ada |
|
Formula |
: |
Numerator/Denominator x 100% |
|
Metode Pengumpulan Data |
: |
Observasi kemudian dilakukan penghitungan |
|
Sumber Data |
: |
Lembar pencatatan hasil observasi |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
: |
Ceklis pada buku catatan tindakan |
|
Besar Sampel |
: |
Total sampling |
|
Cara Pengambilan Sampel |
: |
Consecutive sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
: |
Bulanan |
|
Penyajian Data |
: |
Tabel, grafik |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
: |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
: |
Koordinator Poli gigi |
Semua penderita DM terlayani dan terkendali
|
Definisi Operasional |
: |
Usia 15 keatas yang mempunyai kadar gula darah >200 gr% |
|
Jenis Indikator |
: |
Out put /hasil ,jumlah semua penderita DM yg terlayani |
|
Satuan Pengukuran |
: |
100 % dari sasaran yang ditetapkan dinkes |
|
Numerator |
: |
Penderita Dm yang dilayani sesuai standar |
|
Denominator |
: |
Sasaran penderita DM sesuai SPM kab |
|
Target Pencapaian |
: |
100 % |
|
Kriteria |
: |
Usia diatas 15tahun |
|
Formula |
: |
|
|
Metode Pengumpulan Data |
: |
Observasi |
|
Sumber Data |
: |
Simpus, register posbindu ,register poslansia,jejaring kesehatan |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
: |
Register |
|
Besar Sampel |
: |
1293 |
|
Cara Pengambilan Sampel |
: |
nonprobability, |
|
Periode Pengumpulan Data |
: |
1 tahun |
|
Penyajian Data |
: |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
: |
Bulanan , tahunan |
|
Penanggung Jawab |
: |
Laely Softyan |
|
Jenis Indikator |
Output/ hasil jumlah resep racikan yang terpenuhi |
|
Satuan Pengukuran |
Persentase |
|
Numerator |
Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan obat racikan yang disurvey dalam satu hari |
|
Denominator |
Jumlah pasien yang disurvey dalam hari tersebut |
|
Target Pencapaian |
85% |
|
Kriteria |
Resep racikan |
|
Formula |
Sloving |
|
Metode Pengumpulan Data |
Observasi |
|
Sumber Data |
Buku indikator mutu |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
Timer |
|
Besar Sampel |
72 |
|
Cara Pengambilan Sampel |
Probability sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
1 bulan |
|
Penyajian Data |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
Dian Ika Novtiani Apt |
1. Salah dalam memberikan jenis obat
2. Salah dalam memberikan dosis
3. Salah orang
4. Salah jumlah
|
Jenis Indikator |
Output |
|
Satuan Pengukuran |
Persentase |
|
Numerator |
Jumlah seluruh pasien apotik yang disurvey dikurangi jumlah pasien yang mengalami kesalahan pemberian obat |
|
Denominator |
Jumlah seluruh pasien apotik yang disurvey |
|
Target Pencapaian |
100% |
|
Kriteria |
Seluruh pasien apotik |
|
Formula |
Sloving |
|
Metode Pengumpulan Data |
Observasi |
|
Sumber Data |
Rekam medis pasien, resep obat |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
Timer |
|
Besar Sampel |
24 |
|
Cara Pengambilan Sampel |
Probability sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
1 bulan |
|
Penyajian Data |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
Dian Ika Novtiani Apt |
|
Jenis Indikator |
Output/ hasil jumlah resep racikan yang terpenuhi |
|
Satuan Pengukuran |
Persentase |
|
Numerator |
Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan obat racikan yang disurvey dalam satu hari |
|
Denominator |
Jumlah pasien yang disurvey dalam hari tersebut |
|
Target Pencapaian |
85% |
|
Kriteria |
Resep racikan |
|
Formula |
Sloving |
|
Metode Pengumpulan Data |
Observasi |
|
Sumber Data |
Buku indikator mutu |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
Timer |
|
Besar Sampel |
72 |
|
Cara Pengambilan Sampel |
Probability sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
1 bulan |
|
Penyajian Data |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
Dian Ika Novtiani Apt |
1. Salah dalam memberikan jenis obat
2. Salah dalam memberikan dosis
3. Salah orang
4. Salah jumlah
|
Jenis Indikator |
Output |
|
Satuan Pengukuran |
Persentase |
|
Numerator |
Jumlah seluruh pasien apotik yang disurvey dikurangi jumlah pasien yang mengalami kesalahan pemberian obat |
|
Denominator |
Jumlah seluruh pasien apotik yang disurvey |
|
Target Pencapaian |
100% |
|
Kriteria |
Seluruh pasien apotik |
|
Formula |
Sloving |
|
Metode Pengumpulan Data |
Observasi |
|
Sumber Data |
Rekam medis pasien, resep obat |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
Timer |
|
Besar Sampel |
24 |
|
Cara Pengambilan Sampel |
Probability sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
1 bulan |
|
Penyajian Data |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
Dian Ika Novtiani Apt |