Salah satu kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung Reformasi Birokrasi adalah keberhasilan dalam pelaksanaan Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.Dalam Road Map Reformasi Birokrasi 2014-2015 (Permenpan & RB Nomor 20 Tahun 2015), salah satu program kegiatannya adalah: Penetapan Evaluasi Kinerja Pelayanan berdasarkan Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) pada pemerintah Kabupaten/Kota yang mempresentasikan Kinerja Provinsi.
Hasil yang diharapkan dalam kegiatan survey IKM adalah: angka/skor capaian IKM unit pelayanan pada pemerintah Kabupaten/Kota yang mereprensentasikan kinerja propinsi. Dengan demikian, walaupun IKM tersebut diterbitkan melalui Kepmenpan Nomor 25/M.PAN/2/2015 (sudah 8 tahun lalu), namun masih tetap relevan untuk mendukung program Reformasi Birokrasi melalui Road Map Reformasi Birokrasi (Permenpan dan Reformasi Birokrasi No. 20 Tahun 2015).
Dalam era reformasi dan desentralisasi, Puskesmas dituntut untuk mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien, merata, adil, bermutu dan memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerjanya.
Undang-undang no. 25 tahun 2015 tentang Pelayanan Publik dalam pasal 38 ayat (1) berbunyi penyelenggara berkewajiban melakukan penilaian kinerja penyelenggaraan pelayanan publik secara berkala.
Kamis, 7 Juli 2022
Judul Indikator
: Waktu tunggu pelayanan obat non racikan 10 menit perpasien
Dasar Pemikiran
:Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Dimensi Mutu
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi
Tujuan
:Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi
Definisi Operasional
Waktu tunggu pelayanan obat non racikan adalah tenggang waktu mulai resep diterima di apotik sampai dengan pasien menerima obat jadi
Jenis Indikator
Output/ hasil jumlah resep non racikan yang terpenuhi
Satuan Pengukuran
Persentase
Numerator
Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan obat non racikan yang disurvey dalam satu hari
Denominator
Jumlah pasien yang disurvey dalam hari tersebut
Target Pencapaian
85%
Kriteria
Resep non racikan
Formula
Sloving
Metode Pengumpulan Data
Observasi
Sumber Data
Buku indikator mutu
Instrumen Pengumpulan Data
Timer
Besar Sampel
236
Cara Pengambilan Sampel
Probability sampling
Periode Pengumpulan Data
1 bulan
Penyajian Data
Tabel
Periode Analisis dan Pelaporan Data
Bulanan
Penanggung Jawab
Dian Ika Novtiani Apt
Kamis, 7 Juli 2022
Rabu, 22 Juni 2022
Rabu, 22 Juni 2022
Salah satu upaya pemerintah untuk mencapai good governance dan melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan dan sumber daya manusia aparatur diperlukan perubahan dengan Reformasi Birokrasi, untuk itu maka pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2011 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi Indonesia 2010-2025. Salah Misi dalam reformasi birokrasi Indonesia tersebut adalah melakukan penataan dan penguatan organisasi, tatalaksana, manajemen sumber daya manusia aparatur, pengawasan, akuntabilitas, kualitas pelayanan publik, mindset, dan cultural, serta mengembangkan mekanisme kontrol yang efektif.
Dalam pelayanan kesehatan, responsiveness atau daya tanggap adalah kemauan untuk membantu pengguna layanan kesehatan, memberikan jasa pelayanan yang cepat dan bermakna, serta kesediaan mendengar dan mengatasi keluhan yang diajukan konsumen atau pelanggan. Untukitu Puskesmas Kedungwuni i sebagai pelaksana layanan kesehatan publik wajib melakukan pengawasan untuk menjamin agar sebagai organisasi pelayanan kesehatan memberikan pelayanan yang prima dan bermutu. Salah satunya dengan menetapkan kebijakan tentang pengelolaan keluhan pelanggan puskesmas, sebagai acuan puskesmas untuk lebih memfasilitasi keluhan pelanggan dan menanganinya secara tuntas.
[Gambar][Gambar][Gambar]
Judul Indikator
: Waktu tunggu pelayanan obat racikan 15 menit perpasien
Dasar Pemikiran
:Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Dimensi Mutu
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi
Tujuan
: Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi
Definisi Operasional
Waktu tunggu pelayanan obat racikan adalah tenggang waktu mulai resep diterima di apotik sampai dengan pasien menerima obat jadi
Jenis Indikator
Output/ hasil jumlah resep racikan yang terpenuhi
Satuan Pengukuran
Persentase
Numerator
Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan obat racikan yang disurvey dalam satu hari
Denominator
Jumlah pasien yang disurvey dalam hari tersebut
Target Pencapaian
85%
Kriteria
Resep racikan
Formula
Sloving
Metode Pengumpulan Data
Observasi
Sumber Data
Buku indikator mutu
Instrumen Pengumpulan Data
Timer
Besar Sampel
72
Cara Pengambilan Sampel
Probability sampling
Periode Pengumpulan Data
1 bulan
Penyajian Data
Tabel
Periode Analisis dan Pelaporan Data
Bulanan
Penanggung Jawab
Dian Ika Novtiani Apt
Judul Indikator
: Tidak terjadi kesalahan penyerahan obat dan KNC pada pasien
Dasar Pemikiran
:Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Dimensi Mutu
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi
Tujuan
: Tergambarnya ketepatan pelayanan farmasi
Definisi Operasional
Kesalahan pemberian obat meliputi: 1. Salah dalam memberikan jenis obat 2. Salah dalam memberikan dosis 3. Salah orang 4. Salah jumlah
Jenis Indikator
Output
Satuan Pengukuran
Persentase
Numerator
Jumlah seluruh pasien apotik yang disurvey dikurangi jumlah pasien yang mengalami kesalahan pemberian obat
Denominator
Jumlah seluruh pasien apotik yang disurvey
Target Pencapaian
100%
Kriteria
Seluruh pasien apotik
Formula
Sloving
Metode Pengumpulan Data
Observasi
Sumber Data
Rekam medis pasien, resep obat
Instrumen Pengumpulan Data
Timer
Besar Sampel
24
Cara Pengambilan Sampel
Probability sampling
Periode Pengumpulan Data
1 bulan
Penyajian Data
Tabel
Periode Analisis dan Pelaporan Data
Bulanan
Penanggung Jawab
Dian Ika Novtiani Apt
slot gacor
Kamis, 7 Juli 2022
|
Judul Indikator |
: Waktu tunggu pelayanan obat non racikan 10 menit perpasien |
|
Dasar Pemikiran |
:Standar Pelayanan Minimal (SPM) |
|
Dimensi Mutu |
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi |
|
Tujuan |
:Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi |
|
Definisi Operasional |
Waktu tunggu pelayanan obat non racikan adalah tenggang waktu mulai resep diterima di apotik sampai dengan pasien menerima obat jadi |
|
Jenis Indikator |
Output/ hasil jumlah resep non racikan yang terpenuhi |
|
Satuan Pengukuran |
Persentase |
|
Numerator |
Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan obat non racikan yang disurvey dalam satu hari |
|
Denominator |
Jumlah pasien yang disurvey dalam hari tersebut |
|
Target Pencapaian |
85% |
|
Kriteria |
Resep non racikan |
|
Formula |
Sloving |
|
Metode Pengumpulan Data |
Observasi |
|
Sumber Data |
Buku indikator mutu |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
Timer |
|
Besar Sampel |
236 |
|
Cara Pengambilan Sampel |
Probability sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
1 bulan |
|
Penyajian Data |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
Dian Ika Novtiani Apt |
|
Judul Indikator |
: Waktu tunggu pelayanan obat racikan 15 menit perpasien |
|
Dasar Pemikiran |
:Standar Pelayanan Minimal (SPM) |
|
Dimensi Mutu |
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi |
|
Tujuan |
: Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi |
|
Definisi Operasional |
Waktu tunggu pelayanan obat racikan adalah tenggang waktu mulai resep diterima di apotik sampai dengan pasien menerima obat jadi |
|
Judul Indikator |
: Tidak terjadi kesalahan penyerahan obat dan KNC pada pasien |
|
Dasar Pemikiran |
:Standar Pelayanan Minimal (SPM) |
|
Dimensi Mutu |
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi |
|
Tujuan |
: Tergambarnya ketepatan pelayanan farmasi |
|
Definisi Operasional |
Kesalahan pemberian obat meliputi: |
Kamis, 7 Juli 2022
|
Judul Indikator |
: Waktu tunggu pelayanan obat non racikan 10 menit perpasien |
|
Dasar Pemikiran |
:Standar Pelayanan Minimal (SPM) |
|
Dimensi Mutu |
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi |
|
Tujuan |
:Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi |
|
Definisi Operasional |
Waktu tunggu pelayanan obat non racikan adalah tenggang waktu mulai resep diterima di apotik sampai dengan pasien menerima obat jadi |
|
Jenis Indikator |
Output/ hasil jumlah resep non racikan yang terpenuhi |
|
Satuan Pengukuran |
Persentase |
|
Numerator |
Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan obat non racikan yang disurvey dalam satu hari |
|
Denominator |
Jumlah pasien yang disurvey dalam hari tersebut |
|
Target Pencapaian |
85% |
|
Kriteria |
Resep non racikan |
|
Formula |
Sloving |
|
Metode Pengumpulan Data |
Observasi |
|
Sumber Data |
Buku indikator mutu |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
Timer |
|
Besar Sampel |
236 |
|
Cara Pengambilan Sampel |
Probability sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
1 bulan |
|
Penyajian Data |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
Dian Ika Novtiani Apt |
|
Judul Indikator |
: Waktu tunggu pelayanan obat racikan 15 menit perpasien |
|
Dasar Pemikiran |
:Standar Pelayanan Minimal (SPM) |
|
Dimensi Mutu |
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi |
|
Tujuan |
: Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi |
|
Definisi Operasional |
Waktu tunggu pelayanan obat racikan adalah tenggang waktu mulai resep diterima di apotik sampai dengan pasien menerima obat jadi |
|
Judul Indikator |
: Tidak terjadi kesalahan penyerahan obat dan KNC pada pasien |
|
Dasar Pemikiran |
:Standar Pelayanan Minimal (SPM) |
|
Dimensi Mutu |
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi |
|
Tujuan |
: Tergambarnya ketepatan pelayanan farmasi |
|
Definisi Operasional |
Kesalahan pemberian obat meliputi: |
Kamis, 7 Juli 2022
|
Judul Indikator |
: Waktu tunggu pelayanan obat non racikan 10 menit perpasien |
|
Dasar Pemikiran |
:Standar Pelayanan Minimal (SPM) |
|
Dimensi Mutu |
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi |
|
Tujuan |
:Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi |
|
Definisi Operasional |
Waktu tunggu pelayanan obat non racikan adalah tenggang waktu mulai resep diterima di apotik sampai dengan pasien menerima obat jadi |
|
Jenis Indikator |
Output/ hasil jumlah resep non racikan yang terpenuhi |
|
Satuan Pengukuran |
Persentase |
|
Numerator |
Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan obat non racikan yang disurvey dalam satu hari |
|
Denominator |
Jumlah pasien yang disurvey dalam hari tersebut |
|
Target Pencapaian |
85% |
|
Kriteria |
Resep non racikan |
|
Formula |
Sloving |
|
Metode Pengumpulan Data |
Observasi |
|
Sumber Data |
Buku indikator mutu |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
Timer |
|
Besar Sampel |
236 |
|
Cara Pengambilan Sampel |
Probability sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
1 bulan |
|
Penyajian Data |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
Dian Ika Novtiani Apt |
|
Judul Indikator |
: Waktu tunggu pelayanan obat racikan 15 menit perpasien |
|
Dasar Pemikiran |
:Standar Pelayanan Minimal (SPM) |
|
Dimensi Mutu |
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi |
|
Tujuan |
: Tergambarnya kecepatan pelayanan farmasi |
|
Definisi Operasional |
Waktu tunggu pelayanan obat racikan adalah tenggang waktu mulai resep diterima di apotik sampai dengan pasien menerima obat jadi |
|
Judul Indikator |
: Tidak terjadi kesalahan penyerahan obat dan KNC pada pasien |
|
Dasar Pemikiran |
:Standar Pelayanan Minimal (SPM) |
|
Dimensi Mutu |
: Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi |
|
Tujuan |
: Tergambarnya ketepatan pelayanan farmasi |
|
Definisi Operasional |
Kesalahan pemberian obat meliputi: |
Kamis, 7 Juli 2022
Rabu, 22 Juni 2022
|
Jenis Indikator |
Output/ hasil jumlah resep racikan yang terpenuhi |
|
Satuan Pengukuran |
Persentase |
|
Numerator |
Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan obat racikan yang disurvey dalam satu hari |
|
Denominator |
Jumlah pasien yang disurvey dalam hari tersebut |
|
Target Pencapaian |
85% |
|
Kriteria |
Resep racikan |
|
Formula |
Sloving |
|
Metode Pengumpulan Data |
Observasi |
|
Sumber Data |
Buku indikator mutu |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
Timer |
|
Besar Sampel |
72 |
|
Cara Pengambilan Sampel |
Probability sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
1 bulan |
|
Penyajian Data |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
Dian Ika Novtiani Apt |
1. Salah dalam memberikan jenis obat
2. Salah dalam memberikan dosis
3. Salah orang
4. Salah jumlah
|
Jenis Indikator |
Output |
|
Satuan Pengukuran |
Persentase |
|
Numerator |
Jumlah seluruh pasien apotik yang disurvey dikurangi jumlah pasien yang mengalami kesalahan pemberian obat |
|
Denominator |
Jumlah seluruh pasien apotik yang disurvey |
|
Target Pencapaian |
100% |
|
Kriteria |
Seluruh pasien apotik |
|
Formula |
Sloving |
|
Metode Pengumpulan Data |
Observasi |
|
Sumber Data |
Rekam medis pasien, resep obat |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
Timer |
|
Besar Sampel |
24 |
|
Cara Pengambilan Sampel |
Probability sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
1 bulan |
|
Penyajian Data |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
Dian Ika Novtiani Apt |
|
Jenis Indikator |
Output/ hasil jumlah resep racikan yang terpenuhi |
|
Satuan Pengukuran |
Persentase |
|
Numerator |
Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan obat racikan yang disurvey dalam satu hari |
|
Denominator |
Jumlah pasien yang disurvey dalam hari tersebut |
|
Target Pencapaian |
85% |
|
Kriteria |
Resep racikan |
|
Formula |
Sloving |
|
Metode Pengumpulan Data |
Observasi |
|
Sumber Data |
Buku indikator mutu |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
Timer |
|
Besar Sampel |
72 |
|
Cara Pengambilan Sampel |
Probability sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
1 bulan |
|
Penyajian Data |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
Dian Ika Novtiani Apt |
1. Salah dalam memberikan jenis obat
2. Salah dalam memberikan dosis
3. Salah orang
4. Salah jumlah
|
Jenis Indikator |
Output |
|
Satuan Pengukuran |
Persentase |
|
Numerator |
Jumlah seluruh pasien apotik yang disurvey dikurangi jumlah pasien yang mengalami kesalahan pemberian obat |
|
Denominator |
Jumlah seluruh pasien apotik yang disurvey |
|
Target Pencapaian |
100% |
|
Kriteria |
Seluruh pasien apotik |
|
Formula |
Sloving |
|
Metode Pengumpulan Data |
Observasi |
|
Sumber Data |
Rekam medis pasien, resep obat |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
Timer |
|
Besar Sampel |
24 |
|
Cara Pengambilan Sampel |
Probability sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
1 bulan |
|
Penyajian Data |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
Dian Ika Novtiani Apt |
|
Jenis Indikator |
Output/ hasil jumlah resep racikan yang terpenuhi |
|
Satuan Pengukuran |
Persentase |
|
Numerator |
Jumlah kumulatif waktu tunggu pelayanan obat racikan yang disurvey dalam satu hari |
|
Denominator |
Jumlah pasien yang disurvey dalam hari tersebut |
|
Target Pencapaian |
85% |
|
Kriteria |
Resep racikan |
|
Formula |
Sloving |
|
Metode Pengumpulan Data |
Observasi |
|
Sumber Data |
Buku indikator mutu |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
Timer |
|
Besar Sampel |
72 |
|
Cara Pengambilan Sampel |
Probability sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
1 bulan |
|
Penyajian Data |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
Dian Ika Novtiani Apt |
1. Salah dalam memberikan jenis obat
2. Salah dalam memberikan dosis
3. Salah orang
4. Salah jumlah
|
Jenis Indikator |
Output |
|
Satuan Pengukuran |
Persentase |
|
Numerator |
Jumlah seluruh pasien apotik yang disurvey dikurangi jumlah pasien yang mengalami kesalahan pemberian obat |
|
Denominator |
Jumlah seluruh pasien apotik yang disurvey |
|
Target Pencapaian |
100% |
|
Kriteria |
Seluruh pasien apotik |
|
Formula |
Sloving |
|
Metode Pengumpulan Data |
Observasi |
|
Sumber Data |
Rekam medis pasien, resep obat |
|
Instrumen Pengumpulan Data |
Timer |
|
Besar Sampel |
24 |
|
Cara Pengambilan Sampel |
Probability sampling |
|
Periode Pengumpulan Data |
1 bulan |
|
Penyajian Data |
Tabel |
|
Periode Analisis dan Pelaporan Data |
Bulanan |
|
Penanggung Jawab |
Dian Ika Novtiani Apt |